Bukti Cinta Seorang Ibu


Hampir 2 tahun saya menyandang status sebagai Ibu. Ibu dari Sultan Fatih Imtiyaz yang sekarang usianya menginjak 19 bulan.

Sebagai seorang Ibu baru, tentunya banyak hal baru yang dialami, banyak pelajaran baru seputar cara mengasuh anak yang bisa diambil dan kemudian diaplikasikan ilmunya.

Setelah jadi Ibu, saya baru sadar, bahwa jadi Ibu bukan lah perkara yang mudah. Bukan cuma seputar hamil, melahirkan dan menyusui lalu beres. Tapi lebih dari sekedar itu. Ada tugas yang tidak kalah berat dari kehamilan dan sakitnya melahirkan. 

Bagaimana caranya agar anak bisa tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Bagaimana caranya agar anak selalu tumbuh dengan sehat. Bagaimana caranya agar anak bisa hidup bahagia. Bagaimana caranya agar anak tetap mendapatkan hak-hak nya sebagai anak. Tugas-tugas itu lah yang semuanya harus dipikirkan oleh kedua orangtuanya.

Setelah jadi Ibu pun, saya baru merasakan betapa pentingnya menahan amarah dan memilih untuk tetap bersabar.

Di usianya yang sekarang masuk 19 bulan, ada banyak hal-hal yang pengen dia lakukan. Hal-hal ajaib yang bikin saya sebagai Ibunya harus menahan napas dan emosi. Dari pengen on/off-in saklar listrik, keluar masukin botol-botol air minum di kulkas, lepas pasang kunci pintu sampai minta turunin kipas angin yang ada di tembok. Semuanya pengen dia lakukan di jam-jam yang harusnya waktu untuk tidur. 

Kalau ga diturutin? Siap-siap tantrum dan susah buat diem sebelum diturutin.

Dengan rutinitas drama menjelang tidur nya ini, hampir tiap hari saya kewalahan. Kewalahan antara udah ngantuk dan udah cape buat lanjut nurutin kemauan Sultan.

Walau anak penuh drama, tapi bukan seorang Ibu namanya kalau ga tetap cinta sama anak. Karena selalu ada cinta dari hati seorang Ibu untuk anaknya.




Sebagai bentuk rasa cinta Ibu terhadap anaknya. Tiap Ibu pasti punya cara tersendiri sebagai ungkapan dan bentuk rasa cinta untuk seorang anak. Begitu juga dengan saya.

Bagi saya, ada beberapa hal yang bisa lakukan sebagai ungkapan maupun bentuk rasa cinta saya terhadap Sultan

πŸ’Memastikan Tumbuh Kembangnya Optimal Sesuai Usianya

Ibu mana sih yang ga pengen liat anaknya tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan rutin menimbang berat badan dan mengukur panjang badan nya tiap satu bulan sekali serta mengukur lingkar kepalanya tiap tiga bulan sekali adalah cara saya untuk memastikan pertumbuhan Sultan tetap optimal.

Begitu juga dengan perkembangannya, harus rutin menstimulasi hal-hal apa yang akan dan sudah harusnya dia bisa di usianya.

Silahkan baca juga : Prima, Aplikasi Pintar untuk Para Orangtua Prima

πŸ’ Memberikan Hak Anak

Memberikan hak anak yang mencakup sandang, pangan dan papan. Begitu juga dengan memberikan hak anak berupa pendidikan maupun status vaksinasi. Karena saya bukan anti vaksin, maka vaksinasi adalah salah satu hak anak yang harus saya berikan.

πŸ’Membuat Sultan Tumbuh dengan Bahagia

Saya pernah janji terhadap diri saya sendiri untuk membuat Sultan tumbuh dengan bahagia. Kenapa? Karena saya tidak mau, menjadi Ibu yang bahagia tanpa memastikan anak ikut bahagia. Karena bagi saya, membuat anak selalu bahagia adalah kesuksekan Ibu yang seutuhnya.

Silahkan baca juga : Agar Menjadi Ibu yang dirindukan Anaknya
πŸ’Merawat dengan Sepenuh Hati ketika Sultan Sakit

Anak-anak seusia Sultan pasti rentan terkena penyakit karena imunitas tubuhnya yang belum kuat. Batuk, Pilek, Demam, Diare adalah penyakit-penyakit umum ringan yang sering menyerang anak-anak.

Dari cuaca yang tidak menentu, makan makanan yang kurang higienis sampai tertular dari orang lain adalah faktor penyakit-penyakit tersebut menyerang.

Batuk dan Pilek aja sih sebenarnya ga repot ya. Yang paling repot itu ketika pilek disertai demam. Kenapa? Karena kadang, Sultan akan lebih rewel dan lebih manja ketika demam. 

Kalau rewel dan manja, sudah pasti saya hanya bisa sabar dan terus gendong Sultan biar bisa lebih anteng dan tidur.

Kalau cuma anget-anget atau demam tapi ga rewel, biasanya saya mengutamakan home treatment lebih dulu. Dengan menjaga asupan cairan, memakaikan baju tipis dan kompres hangat, demam relatif akan cepat turun.

Silahkan baca juga : 4 Hal Penanganan tidak Tepat yang Umum dilakukan Ketika Anak Demam

Tapi kalau udah rewel dan manja, baru lah saya kasih minum obat penurun panas. Obat penurun panas andalan saya adalah Tempra Syrup.




Tempra Syrup ini diproduksi oleh PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. Depok, Indonesia yang berada di bawah pengawasan Taisho Pharmaceutical Co., Ltd. Tokyo, Japan. 

Tempra Syrup merupakan obat yang kandungannya paling aman untuk bayi, anak-anak, dewasa maupun ibu hamil dan ibu menyusui karena hanya mengandung Paracetamol tanpa ada tambahan Kafein maupun Alkohol. 

Karena kandungannya paling aman, saya ga perlu khawatir dengan efek sampingnya selama tidak melebihi dosis yang dianjurkan.

Kenapa Paracetamol menjadi kandungan obat paling aman? Karena : 

πŸ’• Aman di lambung
πŸ’• Tidak perlu dikocok, larut 100%
πŸ’•Dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis maupun kurang dosis.
πŸ’•Cepat menurunkan panas karena langsung bekerja di pusat panas.

Fyi, Paracetamol adalah obat antipiretik sekaligus analgetik atau obat sebagai penurun panas dan pereda nyeri.

Jadi, selain untuk penurun panas, Tempra Syrup juga bisa dijadikan pertolongan pertama sebagai pereda nyeri. Seperti nyeri sakit gigi, sakit kepala hingga nyeri di lokasi suntikan pasca vaksinasi.

Tempra Syrup tersedia beberapa varian dan ukuran sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.

πŸ’Ÿ Tempra Drops ukuran 15 ml untuk usia 0-1 tahun dengan rasa anggur.
πŸ’Ÿ Tempra Syrup ukuran 30 ml, 60 ml dan 100 ml untuk usia 1-6 tahun dengan rasa anggur
πŸ’Ÿ Tempra Syrup Forte ukuran 60 ml dan 120 ml untuk usia 6 tahun ke atas dengan rasa jeruk.

Untuk detail dosis, kontra indikasi serta efek sampingnya, bisa lihat gambar di bawah ini




Kata orang, jadi Ibu ga ada sekolah nya. Memang, benar!

Tapi bagi saya, walau jadi Ibu ga ada sekolahnya, tapi jadi Ibu harus ada ilmunya. Caranya? Banyak baca dan banyak tanya ke referensi yang terpercaya.

Untuk itu, sebagai Ibu, kita harus cermat membaca situasi ketika si kecil sakit. Membaca situasi kapan perlu obat-obatan dan kapan hanya perlu home treatment.

Artikel ini diikut sertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.



See you,

23 comments

  1. Anak suka batuk dan pilek karena suka jajan es. Susah emang anak kalau di bilangin, berhenti minum es. Kotak p3k selalu ada tempra

    ReplyDelete
  2. Sultan semoga sehat trus dan ceria main sama temannya. Biar mama senang sultan aktif kembali dan urusan panas, biarin urusan mama nya aja. Mama udah punya tembakan jitu buat menurunin panas yaitu tempra

    ReplyDelete
  3. Selanjutnya, perlu siap sedia Tempra ya mbak di kotak P3K nya πŸ˜πŸ˜»πŸ’–πŸ‘ΈπŸ‘ΌπŸ™Œ
    Salam kenal dari Bumi Jember ya, mbak

    ReplyDelete
  4. Merawat dengan kasih sayang yang menurutku memang penting nih mba. Bukti cinta ibu sih selalu tercatat dan abadi selamanya ya mba :)

    ReplyDelete
  5. Lekas sehat ya adek sayang, biar bundanya nggak khawatir lagi.
    Kasih sayang bunda emang nggak terkira dan nggak ada batasnya.

    ReplyDelete
  6. buat pantau tumbuh kembang anak aku juga pakai aplikasi PRIMA. Kalau stimulasi gitu banyak dapat ide dari website sufor :D

    ReplyDelete
  7. Tempra Sirup memang obat andalan, dimanapun mudah mendapatkan

    ReplyDelete
  8. Semoga terus bias menjaga dan membesarkan anaknya ya mbak. Aku paling ga tega liat anak kecil nangis. Semoga bias terus bersama dengan mereka.

    ReplyDelete
  9. Sehat selalu ya Sayang...
    Semoga tahun 2018 semakin baik tumbuh kembang nya. Sehat dan ceria selalu :)

    ReplyDelete
  10. Semoga ananda selalu diberikan kesehatan agar selalu ceria n bermain bersama ayah dan bunda

    ReplyDelete
  11. Memberikan hak anak itu adalah yang paling sering terlupakan ya rasanya mbak. Sederhana, tapi tidak begitu menjadi perhatian bagi banyak orang.

    ReplyDelete
  12. Senang bisa memantau tumbuh kembang anak.
    In syaa Allah selama anak aktif, maka tumbuh kembangnya juga optimal.

    ReplyDelete
  13. obat2an buat anak emang harus selalu sedia di rumah nih..terutama yg hubungannya sama demam..anakku juga pakai tempra

    ReplyDelete
  14. tempra memang pilihan terbaik untuk bayi dan anak ya.. semoga sehat selalu mba dan anak-anak..

    ReplyDelete
  15. Kalau anak demam emang paling was was deh. Takutnya sakit apa setelah demamnya.

    ReplyDelete
  16. Cinta ibu memang tiada batas, bagaimana cara mengetahui lingkar kepala ukurannya sesuai dengan usianya

    ReplyDelete
  17. Lagi lucu-lucunya si dedek, semangat terus dengan penuh cinta ya, mb

    ReplyDelete
  18. Cinta ibu emang ya baik anak sehat dan anak sakit, semua ibu sayangi. semoga anaknya lekas sembuh dan aktif lagi ya, Mbk. Aku juga menyiapkan tempra buat jaga2

    ReplyDelete
  19. Jadi ibu emang penuh drama. Apalagi kalau anak sakit, sedih, galau, kesel, apalah pokoknya jadi satu rasanya. Sehat-sehat ya sultan

    ReplyDelete
  20. Ternyata Tempra nggak perlu dikocok lagi sudah tercampur rata ya, banyak kan obat harus dikocok dulu biar merata suspensinya

    ReplyDelete
  21. Sehat selalu, Sultan.. Tempra kereeen

    ReplyDelete

Welcome to my daily life as Full Time Mom and Part Time Blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.