Cara Membaca Kurva Pertumbuhan Anak 0-59 Bulan di Buku KIA



Assalamu'alaikum, Moms.

Buibu, dua tahun yang lalu saya pernah menulis tentang Pentingnya Buku KIA untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Nggak nyangka, tiap hari banyak keyword yang masuk ke artikel tersebut untuk mencari tau apa itu KIA, bagaimana cara membaca buku KIA, dan masih banyak lagi.

Dulu saya nulis artikel tersebut karena ingin berbagi pengetahuan saja, dan saya berani nulis itu karena memang basic pendidikan saya adalah kebidanan. Dulu pun saya nulisnya hanya sekadar garis besar aja, tapi ternyata berdasarkan keyword yang masuk, banyak yang mencari tau tentang topik yang sebenarnya di dalam artikel tersebut nggak saya tulis. Salah satu contohnya adalah Cara Membaca Kurva Pertumbuhan Anak.

Akhirnya saya pun merasa terbebani karena artikel tersebut tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan melalui keyword yang masuk.



Untuk menilai apakah anak tersebut gemuk/kurus/sangat kurus atau tinggi/pendek/sangat pendek, ternyata nggak bisa hanya liat dari perawakannya aja. Tapi harus diliat berdasarkan kurva pertumbuhannya yang diplot setiap bulan.

Kurva Pertumbuhan Anak adalah sebuah grafik standar WHO yang menentukan status gizi anak usia 0-59 Bulan.

Untuk mem-plot dan membaca kurva pertumbuhan anak, kita bisa melakukannya sendiri, tanpa perlu bantuan tenaga kesehatan.

Kurva pertumbuhan anak sendiri yang lebih sering dipakai adalah kurva BB ( berat badan ) menurut umur, BB menurut PB ( panjang badan ), dan PB menurut umur. Ketiganya harus diplot setiap bulan di kurva, dan kurva pertumbuhannya semua ada di buku KIA.

Bagaimana cara mem-plot dan membacanya? Oke, mari kita mulai dari BB menurut umur, ya. Di tulisan ini saya pakai kurva WHO bukan KMS (kartu menuju sehat ). Sedangkan yang di buku KIA, kurva BB menurut umurnya menggunakan KMS. Tapi overall sama aja, cuma beda tampilan.

Kurva Pertumbuhan BB Anak Menurut Usia 


Anggap saja dalam kasus ini adalah anak laki-laki berinisial M. Di gambar atas sudah saya plot menggunakan silang warna kuning itu, ya. Sebelah kiri kurva tersebut menunjukkan berat, dan bagian bawah menunjukkan usia anak hitungan bulan dari lahir sampai usia lima tahun. 

Di gambar tersebut, anak M memiliki berat saat lahir adalah 3 kg. Di usia dua bulan, beratnya 5 kg, dan di usia tiga bulan, bertambah menjadi 6 kg. Tiap bulannya, berat anak M selalu naik. Tapi dari usia tiga bulan s/d delapan bulan, beratnya stuck di 6 kg. 

Bagian kurva sisi kanan yang angka - 3 - 2 0 2 dan 3 adalah angka penentu status gizi anak. Angka 0 disebut sebagai median, yang artinya rata-rata. Angka - 3 - 2 dan 2 3 disebut sebagai Z-score. 

Dalam kasus anak M, saat usia delapan bulan, beratnya adalah 6 kg yang berada di garis lurus z-score -3. Berarti tandanya, berat anak M tergolong kurus untuk usianya. 

Indikator kapan anak dikatakan kurus, normal, atau gemuk bisa dilihat di gambar bawah ini. 

Dalam kasus anak M, hasil plot kurva BB menurut anak berada pas di garis lurus z-score - 3, yang berarti kurus

Kalau BB nya berada di garis lurus angka 3 saat di-plot di saat usia delapan bulan, berarti BB anak M tergolong gemuk, karena seharusnya, kurva pertumbuhan BB anak M berdasarkan berat lahirnya harus selalu berada dalam garis lurus z-score - 2.

Kurva Pertumbuhan PB Anak Menurut Usia

Nah, selain melihat status gizi berdasarkan BB anak menurut usianya, maka perlu juga melihat status gizi anak berdasarkan PB menurut usianya. Apakah PB anak sesuai dengan usia nya atau nggak.



Kalau kurva PB menurut usia ini, bagian sebelah kiri berisi angka PB, di bagian bawah adalah angka usia anak hitungan bulan, lalu sebelah kiri adalah angka penentu status gizi. Sama persis kaya kurva BB anak menurut usia.

Cara plotnya pun sama. Pada kasus di atas, anak M memiliki PB 47 cm saat lahir, lalu usia sebulan PB nya bertambah menjadi 48 cm, usia dua bulan naik menjadi 52 cm, dan terus naik sampai usia lima bulan. Namun dari usia lima bulan sampai delapan bulan, PB nya nggak naik dan stuck di angka 60cm.

Indikator kapan anak dikatakan pendek, normal, atau tinggi bisa dilihat di bawah ini. 


Dalam kasus anak M, hasil plot kurva PB menurut usia berada di bawah garis z-score - 3, yang berarti sangat pendek. 

Hasilnya, angka 60cm berada di bawah garis z-score - 3, yang artinya PB anak M tidak sesuai alias sangat pendek untuk seusianya. Karena seharusnya, PB anak M harus berada setidaknya di garis lurus z-score - 2 yang dihitung berdasarkan PB anak M saat lahir.

Kurva Pertumbuhan BB Anak Menurut PB

Selain dua kurva di atas, ada satu kurva pertumbuhan yang nggak kalah penting. Yaitu kurva pertumbuhan BB anak menurut PB untuk menentukan kapan anak dikatakan gizi kurang, gizi buruk tanpa komplikasi, dan gizi buruk dengan komplikasi.




Semua kurva hampir sama, ya. Di bagian kanan kurva pertumbuhan BB menurut PB adalah angka BB hitungan kilogram ya bukan gram. Di bagian bawah adalah angka PB yang dimulai dari PB 65 cm. Jadi kurva ini baru bisa diplot saat PB anak sudah mencapai 65cm. Di bagian kirinya sama aja kaya kurva lain, penentu status gizi.

Cara plotnya, anak M memiliki berat 6kg saat PB nya mencapai 65cm. Saat BB nya 7kg, PB anak M 66cm. Saat BB nya 7,5 kg, PB nya mencapai 67cm. Saat BB nya 8kg, PB nya mencapai 68 cm. Namun, saat BB nya tidak lagi bertambah dan stuck di angka 8kg, yang padahal PB nya selalu naik sampai mencapai 72cm.

Dalam kasus tersebut, plot kurva pertumbuhan BB menurut PB anak M berada di bawah garis z-score - 1, yang artinya status gizi anak M adalah baik.

Indikator kapan anak dikatakan gizi kurang, gizi baik, gizi lebih bisa dilihat di bawah ini. 


Dalam kasus anak M, plot kurva BB menurut PB di garis lurus z-score - 1 yang berarti status gizinya baik

Jadi kesimpulannya, meski berdasarkan kurva pertumbuhan BB anak M menurut usianya adalah adalah kurus, sedangkan PB anak M menurut usianya sangat pendek, tapi berdasarkan BB anak M menurut PB status gizinya adalah baik, yang berarti antara BB anak M dengan PB nya itu sesuai.

Berarti solusinya adalah tinggal bagaimana cara menaikkan BB menurut umur dan PB menurut umur anak M agar sesuai dengan kurva pertumbuhannya yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi saat lahir.

Btw kasus di atas hanya ilustrasi, ya. Saya nggak tau apakah di dunia nyata ada anak dengan status pertumbuhan seperti di atas.

Yang terpenting, selalu plot kurva pertumbuhan anak setiap bulan untuk usia 0-12 bulan. Tiap tiga bulan sekali untuk anak usia 1-3 tahun. Tiap  enam bulan sekali untuk anak usia 3-6 tahun, dan tiap setahun sekali untuk anak usia 6-18 tahun.

Di buku KIA sih hanya tersedia kurva pertumbuhan untuk anak baru lahir sampai lima tahun.

Gimana? Gampang dan nggak pusing kan liatnya? Ini saya pake bahasa sederhana banget, karena kalau cari tau melalui web kesehatan lainnya, bahasanya belibet banget. Coba aja bandingkan, hehehe.

Nggak mau ribet? Gampang! 

Sekarang banyak ko aplikasi kesehatan yang menyediakan kurva pertumbuhan anak. Tinggal isi datanya lalu keluar hasilnya. Ada Prima, Primaku, Balitaku kalau nggak salah, dll. 

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, ya.

Salam,

No comments

Welcome to my daily life as full time mom and part time blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.