Menyusui itu Berat, tapi Semua Ibu Pasti Kuat

Agustus 2018 ini, usia Sultan memasuki 26 bulan, artinya Sultan udah lulus S2. Nggak apa-apa deh meski sampai sekarang belum berhasil disapih, anggep aja bonus. Karena yang terpenting, saya bisa berhasil nyusuin Sultan sampai 2 tahun. Alhamdulillah

Selama menyusui Sultan memang nggak ada kesulitan, tapi bukan berarti bebas dari suka duka menyusui. Inget banget deh, pas Sultan lagi fase growth spurt di usia  9 bulan. Bener-bener perjuangan yang berat, karena growth spurt di saat nipple lecet parah karena digigit dengan luka menganga sampai berdarah-darah. Waah rasanya MasyaAllah mantep banget, sampai berhasil bikin saya nangis nahan sakit dan cape karena seharian nggak bisa tidur nyenyak buat nyusuin anak yang lagi growth spurt. Maklum, saya direct breastfeeding yang cuma menyusui di satu payudara dan nggak pernah pumping buat nyetok asip. Saya juga nggak ngira bakal ngerasain kaya gini. Jadi sekalinya kejadian, saya tetap harus memilih buat nyusuin secara langsung karena nggak punya stok asip.



Rasanya waktu itu saya lagi di titik terendah dan pengen nyerah karena nggak kuat nahan sakit. Mana lagi LDR juga sama suami. Tapi, kalau nggak inget sama pahala yang didapat dan manfaat asi untuk kesehatan anak, mungkin saya bakal nyerah. Alhamdulillahnya keinginan buat nyusuin sampai 2 tahun lebih besar dari rasa sakit yang dialami hampir 7 hari itu. Hingga akhirnya bisa sampai di titik ini.

Perjalanan menyusui yang saya alami ini sebenarnya nggak ada apa-apanya dibanding dengan pejuang ASI yang lain. Karena banyak ibu menyusui lain yang lebih berat perjuangannya untuk tetap bisa menyusui anaknya.

Btw jadi ibu menyusui itu wajib banget punya ilmu yang cukup seputar asi, dll. Nggak bisa asal nyusuin tanpa punya ilmu yang memadai. Apalagi kalau tinggalnya di kampung yang dikit-dikit dikaitkan sama mitos. Biar nggak galau antara mitos dan fakta, ibu menyusui harus banyak baca dan nanya ke referensi yang terpercaya.

Selain baca-baca buku, biasanya saya juga sering cari informasi seputar asi atau kesehatan anak lewat internet. Busui zaman now mah paling akrab lah sama Google, dkk. Tapi kalau cari informasi di Internet, kita nggak bisa asal telen mentah-mentah semua informasi yang didapat. Harus banget kroscek dulu, apakah sumbernya terpercaya dan informasinya valid, dll.

Alhamdulillahnya tanggal 1 Agustus kemarin dalam memperingati Pekan ASI Sedunia, Fonterra Brands melalui Anmum meluncurkan Digital Platform Anmum #MumtoMum. Digital Platform ini bisa dijadikan sebagai sumber terpercaya untuk tempat mencari informasi yang valid. Selain bisa cari informasi, Digital Platform Anmum #MumtoMum juga bisa untuk berbagi berbagai pengalaman maupun pertanyaan seputar perjalanan sebagai seorang ibu dengan saling berinteraksi dan terkoneksi secara digital melalui platform ini antara sesama ibu.



Bagi yang pengen coba Digital Platform Anmum #MumtoMum bisa kunjungi www.anmum.co.id dan klik gabung sekarang untuk bisa berbagi pengalaman dan informasi. Kalau pengen tanya-tanya yang butuh jawaban tepat dan cepat, tinggal klik kontak di bagian kanan atas dengan isi data diri dan pertanyaan yang diajukan.


Saya paham banget deh kalau saat hamil atau menyusui, banyak perubahan yang dialami. Bukan cuma fisik, tapi juga perubahan suasana hati akibat hormonal. Ibu hamil atau ibu menyusui butuh banget support system dari semua golongan,  khususnya sesama ibu. Karena itu Fonterra sadar, betapa pentingnya dukungan dari sesama ibu, maka hadirlah Digital Platform Anmum #MumtoMum yang didedikasikan dari ibu untuk ibu sebagai wadah untuk saling support demi kelangsungan kesehatan jiwa dan mental ibu. Karena menurut Rohini Behl, Technical Marketing Advisor, PT Fonterra Brands Indonesia, banyak sekali rintangan bagi ibu menyusui di Indonesia, termasuk kurangnya dukungan keluarga dan kesalahpahaman seputar menyusui yang perlu diluruskan. Sejumlah hal ini yang dapat menyebabkan turunnya atau bahkan terhentinya produksi ASI yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi secara keseluruhan. 

Di acara peluncuran Digital Platform kemarin, hadir juga penyanyi Rini Wulandari yang bercerita tentang perjalanannya menjadi seorang ibu.


Kiri : Rohini Behl, Rini Wulandari dan MC

Ibu menyusui wajib bahagia,  nggak boleh galau, banyak pikiran apalagi sampe stress karena sangat-sangat mempengaruhi produksi asi. Persis seperti yang disampaikan Dr. dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A Konsultan Konselor Laktasi, bahwa produksi asi sangat dipengaruhi dengan suasana hati ibu. Kalau selama 2 minggu berturut-turut produksi asi menurun pada masa anak asi eksklusif atau usia anak nggak lebih dari 4 bulan, maka ibu menyusui harus melakukan relaktasi. Caranya gimana? Bisa baca ini hasil penjabaran dari penjelasan dr. Ariani  pada saat acara.

Selain wajib bahagia, nutrisi ibu menyusui juga harus benar-benar terpenuhi. Ya iya sih, zat gizi yang kita makan pasti kebawa asi, otomatis kita harus selalu isi ulang zat gizi yang keluar untuk mencukupi asupan nutrisi. Salah satu zat gizi yang wajib dikonsumsi ibu menyusui adalah kalsium biar nggak kena osteoporosis di usia muda.

Kalsium bisa didapatkan dari ikan, sayuran, buah-buahan, protein nabati atau susu. Btw kemarin pertama kalinya saya nyobain Anmum Lacta rasa coklat. Sebagai penyuka coklat garis keras, saya suka sama rasa Anmum Lacta karena rasanya lebih mirip minuman coklat daripada susu coklat. Sebelumnya untuk mencukupi kebutuhan kalsium, saya lebih memilih UHT rasa coklat. Padahal harusnya ibu menyusui minumnya ya susu khusus ibu menyusui, karena kandungan zat gizinya bener-bener sesuai kebutuhan.





Anmum Lacta ini selain tinggi kalsium, juga  tinggi zat besi, protein, omega 3 & 6 juga Vit B1 dan B2. Waaah, zat gizi ibu menyusui pasti bakal terpenuhi.

Sebagai informasi, Anmum adalah salah satu brand terkemuka di Indonesia yang diformulasikan untuk mendukung kebutuhan nutrisi ibu dalam persiapan kehamilan, saat hamil, dan menyusui. Jadi selain Anmum Lacta susu khusus ibu menyusui, juga ada Anmum Materna sebagai susu khusus ibu hamil yang tinggi asam folat. Anmum Materna ini bisa juga dikonsumsi untuk persiapan kehamilan.

Yes, menyusui itu berat karena butuh perjuangan dan tantangan, tapi semua ibu pasti kuat.


Salam,

5 comments

  1. setujuu klo menyusui itu berat.. tapi menyusui itu bikin nagih mba :D

    ReplyDelete
  2. Selama menyusui dari pada minum yang aneh aneh lebih baik minum Amun ya mum, Kandungannya baik untuk ASI

    ReplyDelete
  3. Ya ampun mba, saya jadi ikutan rasain sakitnya, harus nyusuin 1 PD pula.
    Saya aja kadang lupa ganti sebelah PD rasanya perih gitu kalau kelamaan nyusuin.

    Si bayi saya juga udah mulai tumbuh gigi nih, dan sering gak sengaja gigit.
    Cuman saya selalu teriak-teriak kaget kesakitan, jadi dia tau gak boleh digigit.
    Kasian juga sih dia jadi kaget, tapi emaknya emang gak kuat sakit hahaha.

    ReplyDelete
  4. Waah mbak icha enak nih baca tulisannya, soalnya aku juga pernah ngalamin ini. Asi ekslusif sampai Akhdan hampir 3 tahun dan drama puting lecet emang udah jadi makanan sehari2 waktu itu. Sampe badan meriang ya.. buy aku setuju "menyusui itu berat, semua ibu pasti kuat"..

    ReplyDelete
  5. Kalsium penting banget dikonsumsi busui karena diseral bayi juga kan, ya.

    ReplyDelete

Welcome to my daily life as full time mom and part time blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.