Anti Tumpah! Rekomendasi Kantong ASI Terbaik dari Breast Milk Storage MOOIMOM

Bismillah. 

Assalamua'laikum, teman-teman.

Alhamdulillah banget, per November ini usia anak saya yang ke dua sudah enam bulan.

Udah MPASI dong? Iya, Alhamdulillah udah MPASI dari tanggal 4 November kemarin. Seneng banget karena Zayyin lulus ASI Eksklusif. Full selama enam bulan hanya dikasih ASI.

Big no to MPASI dini tanpa anjuran dari Dokter ya, Buibu.

Nah, karena masih enam bulan usianya, presentase menyusu Zayyin masih lebih banyak dari makan. Semakin bertambah usianya, semakin berkurang juga nanti frekuensi menyusunya. 

Mudah-mudahan InsyaAllah, saya bisa menyusui Zayyin sampai usianya dua tahun nanti. Aamiin.

Oh, iya. Ada yang follow saya di Instagram? Bulan September kemarin, saya pernah bikin polling di Instagram Story mengenai, "IRT yang Menyusui, Apakah Perlu Stok Asip"?

Hasilnya, sekitar 71% memilih perlu. Yes! Saya juga setuju banget.

As a house wife yang menyusui langsung, beberapa kali saya sangat terbantu dengan adanya simpanan ASIP. 

Punya persediaan ASIP, bener-bener ngebantu ketika saya nggak sempat menyusui langsung saat si bayi lagi membutuhkan.

That's why meski ibu rumah tangga, perlu banget punya simpanan ASIP. Nggak perlu nyetok banyak, yang penting cukup aja saat dibutuhkan. Misalnya saat ibu lagi sakit dan nggak sanggup untuk menyusui langsung, atau saat ibu lagi pergi keluar. 

Saya pun sampai sekarang masih pumping. Tapi karena saya nggak mau nyetok banyak, saya pumpingnya cukup seminggu sekali, dan hanya menargetkan 2-3 kantong ASI per harinya. 2-3 kantong ASI tersebut, harus habis sebelum jadwal pumping berikutnya.

Contohnya begini, saya pumping setiap hari Rabu. Dalam sehari itu, saya harus menghasilkan 2-3 kantong ASI untuk disimpan.

Sebelum hari Rabu berikutnya, simpanan ASIP itu harus habis dengan tetap memberikan ASIP nya ke Zayyin meski saya lagi nggak sakit atau lagi nggak keluar rumah. Rabu yang akan datang, kembali pumping untuk simpanan selama seminggu. Begitu seterusnya.

Itu salah satu manajemen menyimpan ASIP versi saya biar stoknya nggak numpuk.

Ya maklum, freezernya nggak muat kalau harus nyetok banyak, hihi. Lagi pula saya malah khawatir kebuang nanti ASIP nya kalau nyetoknya tanpa manajemen. 

Kalau lagi nggak ada urgensi, lebih enak menyusui langsung. Ya, kan?

Btw kalian simpan ASIP nya pakai apa, Buibu? Botol kaca, atau kantong ASI?

Kalau saat ini saya pakainya kantong ASI. 

Kantong ASI yang lagi saya pakai yaitu, Breast Milk Storage MOOIMOM. Seriously, saya suka banget sama desain Kantong ASI MOOIMOM ini. Simpel, tapi bagus gitu.


Warna ijo tosca dengan gambar ubur-ubur. Tanpa baca tulisannya, pasti udah bisa nebak kalau kantong ASI ini MOOIMOM punya. Khas banget soalnya. 

Selain desainnya yang cakep, Breast Milk Storage MOOIMOM juga banyak keunggulan lainnya. Produknya udah Pre-Sterilized, jadi bisa langsung dipake tanpa perlu disteril lebih dulu. Self Standing Bag juga sehingga nggak mudah tumpah, dan adanya Double Resleting sebagai double safety biar nggak gampang bocor.


Salah satu keunggulan yang paling saya suka adalah, ukurannya yang pas banget. Dengan ukuran 120 ml, Kantong ASI MOOIMOM pas banget untuk sekali minum. 

Saya punya kantong ASI ukurannya 180 ml. Kebanyakan banget jadinya. Kalau diisi setengah doang kan sayang kantongnya. Kalau diisi full, kantongnya nggak bisa langsung dihangatkan. Harus dituang dulu di botol, baru dihangatkan. Repot!


Produknya aman? Nggak perlu khawatir sama keamanan produknya. Pasti aman dan berkualitas karena bahannya dari PET + LLDPE yang 100% BPA Free.

Apa bener Kantong ASI MOOIMOM anti tumpah dan anti bocor? Bener banget!

Selama proses tuang ASIP dari Breast Milk Storage ke botol susunya bener, ASIP anti tumpah ke mana-mana.

Gampang banget lagi nuangnya. Tinggal buka Double Resletingnya, lalu langsung tuang ke botol tanpa perlu dibuka lebar bagian atasnya. 


Cara pakainya juga mudah. Cukup merobek bagian atas yang terdapat gambar gunting, buka Double Resletingnya, lalu tuang ASIP nya ke dalam. Sebelum tutup, jangan lupa keluarin udara yang di dalam dulu, ya.



Perhatikan juga! Sebelum ASIP nya dituang, jangan sekali-kali bagian dalam kantongnya ditiup atau memasukkan tangan/benda lain ke dalamnya, karena Kantong ASI MOOIMOM menggunakan GAMMA yang berguna untuk membunuh kuman. 

Kalau ditiup atau dimasukkan benda, jadi nggak steril lagi nanti.

Saya terbantu banget dengan adanya Breast Milk Storage MOOIMOM ini. Memudahkan saya dalam memberi ASIP ke anak. 

Cara pakai dan cara menghangatkan kantong asinya mudah. Bisa dihangatkan dengan cara direndam di air hangat, juga bisa menggunakan alat pemanas ASI. 

Do not heat in microwave atau boil ya, Buibu. Jangan dipanaskan dengan suhu lebih dari 50 derajat celcius.

Saat penyimpanan, kalau kantong ASInya mau dibekukan boleh banget. Aman dibekukan hingga -20 derajat celcius.

Biar kandungan nutrinya ASIP nya terjaga, saat dalam keadaan beku jangan langsung dipanaskan biar cair. Idealnya pindahkan ke chiller dulu sampai cair, lalu bisa langsung dihangatkan.

Kalau mau cepet cair, bisa dengan direndam atau dialiri dengan air biasa sampai mencair. Setelah itu, bisa dihangatkan.

Kasih ASIP ke anak memang sedikit repot. Salut saya sama Mama Eksklusif Pumping. Harus rajin pumping untuk menjaga produksi ASI, juga harus telaten bersihin botol susu.

Kalau pakai Kantong ASI MOOIMOM, setidaknya mengurangi beban dengan nggak perlu cuci botol kaca penyimpan ASI lagi.

Harganya super terjangkau. Satu bag hanya Rp. 35.000 yang berisi 30 pcs kantong ASI ukuran 120 ml. 

Bisa lebih murah kalau belinya langsung di websitenya www.mooimom.id sering ada promo diskon, promo paket paket bundling, maupun free gift. 

Ada yang tertarik sama Kantong ASI MOOIMOM? Jangan lupa cek websitenya, ya!

Salam,

No comments

Welcome to my daily life as full time mom and part time blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.