Yang Dirindukan dari Kehidupan Normal

Bismillah.

Assalamu'alaikum.

Beberapa hari yang lalu, saya liat temen blogger membagikan status orang di Facebook.

Statusnya bahasa Inggris, yang artinya kurang lebih begini, "Tiga bulan karantina, masih ada makanan di maja kami. Tidak ada yang sakit di keluarga kami. Terima kasih, Tuhan".

Pas baca, auto makjleb. Rasanya ketampar banget.

Seketika sadar, bahwa ternyata, meski pemasukan keluarga kami menurun, tapi sampai detik ini masih ada yang bisa dimakan.

Kami masih bisa jajan, masih bisa milih mau masak apa hari ini. Bahkan masih bisa beli barang yang kurang penting-penting amat via online.

Auto ucap hamdalah detik itu juga, sambil minta ampun kalau sekiranya kami sering lalai atau lupa ucap syukur setiap harinya.

Alhamdulillah MasyaAllah. Kalau dipikir-pikir, banyak banget nikmat yang senantiasa diberi oleh yang Maha Kuasa.

Btw udah ucap syukur juga hari ini?

Siapa yang bakal nyangka, kalau manusia akan menghadapi virus menular dan mematikan kaya sekarang.

Asli, saya nggak pernah berpikir bakal mengalami keadaan seperti ini.

Tapi ketika Tuhan berkehendak, ya tinggal kun fayakun.

Udah empat bulan mengikuti peraturan  pemerintah untuk mencegah penularan virus.

Bosen? Bete? Ya tentu.

Kangen banget pengen jalan-jalan, atau sekadar keluar rumah tanpa khawatir dan buru-buru lagi.

Kangen banget beli makanan atau jajan, tanpa merasa takut dan ragu-ragu karena penjualnya nggak pake masker.

Kangen ngajak anak ke taman bermain.


Lagi banyaaak banget yang saya rindukan dari kehidupan normal.

Pengen banget keadaan bisa seperti semula lagi. 100% virus corona hilang, nggak mau kalau harus berdamai dengan virus. Iya saya maunya gitu, tapi nggak bisa, huhu.

Makanya sebel banget sama orang-orang yang menganggap sepele virus ini.

Sekarang, bisa keluar rumah sebentar dan pulang tanpa membawa virus aja rasanya bersyukur banget. Dan semoga seterusnya jangan sampai terinfeksi, dan menginfeksi orang lain.

Berdoa bareng-bareng yuk, Temans. Meski katanya virus ini nggak bisa hilang 100%, tapi semoga secepatnya kasus positif di Indonesia turun, turun, turun sampai akhirnya 0 positif setiap harinya.

Sehingga kita bisa jalani new normal dengan tenang.

Kalau kalian, apa aja sih yang dirindukan dari kehidupan normal? 

Salam, 

No comments

Welcome to my daily life as full time mom and part time blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.