Mengenal Gejala yang Dapat Memicu Depresi


Menurut pakar psikologi, depresi adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Depresi merupakan salah satu dari sekian banyak masalah kesehatan mental yang dialami oleh banyak orang. 

Berdasarkan data dari WHO, tahun 2016 lalu tercatat sekitar 35 juta orang di dunia yang terkena depresi, dan diprediksikan pada tahun 2020 nanti, depresi menjadi beban kesehatan nomor dua setelah kardiovaskular. Itulah mengapa kesehatan mental masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Karena kalau diabaikan, bisa mengarah pada stres dan berujung pada depresi yang berkepanjangan. 

Ada beberapa gejala yang diwaspadai mengarah ke depresi :
  • Suasana hati yang murung/sedih
  • Kehilangan minat/kesenangan 
  • Kehilangan energi/kelelahan kronis
  • Sulit berkonsentrasi
  • Harga diri/kepercayaan berkurang 
  • Pandangan masa depan suram/pesimis
  • Self harm/mencoba untuk bunuh diri
  • Dihantui rasa bersalah 
  • Gangguan selera makan
  • Gangguan tidur 

Image source: Pixabay.com 

Btw pernah merasakan gejala-gejala tersebut buibu? 

Menurut dr. Eva Suryani, Sp, KJ, Kepala Divisi Edukasi dan Training Asosiasi Psikiatri Indonesia pada saat Blogger Gathering bersama Halodoc pada tanggal 29 Agustus di Ocha Bella Resto kemarin,  untuk mendeteksi diagnosa depresi, setidaknya harus ada minimal tiga gejala seperti di atas yang dialami. Karena gejala yang mengarah ke depresi, tidak berdiri sendiri. Kalau cuma gangguan selera makan aja, nggak bisa kan didiagnosa depresi gitu aja, hehe

Kesehatan mental ini memang momok yang mengerikan banget sih. Kita sebagai ibu-ibu, lebih rawan terkena stres maupun depresi. Apalagi bagi ibu yang pasca bersalin, ada yang namanya baby blues syndrome atau gangguan suasana hati ibu setelah melahirkan yang normal terjadi.  Baby blues syndrome ini kalau dibiarkan gitu aja, bisa menjadi postpartum depresion yang bisa membahayakan ibu maupun bayinya.

Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Kemenkes tahun 2013 menunjukkan, ada sekitar 6% dari jumlah penduduk Indonesia yang mengalami gangguan mental emosional yang biasanya terjadi dengan gejala-gejala depresi serta kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas. 

Meski gejala-gejala depresi umum diketahui, tapi kendalanya banyak penderita yang tidak menyadari akan gejala awal stres yang dialami dapat berpotensi memicu terjadinya depresi. Selain tidak sadar, penderita juga kerap bingung dan malu untuk berkonsultasi langsung ke ahlinya ketika mentalnya dirasa ada gangguan. 

Berlatar belakang dari hal tersebut lah, Halodoc sebagai aplikasi kesehatan mencoba untuk membantu dengan menghadirkan dokter spesialis mental melalui salah satu fiturnya yaitu Kontak Dokter. Dokter spesialis mental tersebut bisa dihubungi setiap saat oleh pengguna untuk kepentingan berkonsultasi seputar permasalahan yang dialami.

Sebagai informasi, Halodoc adalah aplikasi kesehatan berbasis online yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya dalam memenuhi kebutuhan kesehatan bagi pengguna. Terdapat tiga fitur di Halodoc yang ketiganya sangat-sangat membantu para pengguna.
  • Apotek antar, sebuah layanan yang berguna untuk membantu pengguna untuk membeli kebutuhan seperti suplemen, obat, kebutuhan ibu dan anak, dll dengan cepat, aman dan nyaman yang langsung diantar dalam 60 menit dan gratis ongkir.  
  • Kontak Dokter, fitur yang menghubungkan antara dokter dengan pengguna yang berguna untuk berkonsultasi langsung melalui video call, voice call atau chat. Di fitur ini terdapat dokter umum maupun spesialis yang bisa dihubungi selama 24/7. 
  • Lab Service merupakan kerjasama Halodoc dan Prodia di mana pengguna bisa memanggil  teknisi laboratorium media ke rumah atau ke kantor untuk keperluan tes laboratorium. 

Selain fitur-fitur tadi, ada juga artikel yang informatif terkait kesehatan, dll. Coba deh download aplikasinya, tersedia di Google Play maupun Apps Store. Saya udah lama jadi user dan udah beberapa kali juga menggunakan fitur kontak dokternya. Kalau saya sih lebih sering menghubungi dokter spesialis anak, haha. Maklum, ibu-ibu suka pengen nanya terkait permasalahan anak. Halodoc ini helpful banget bagi orangtua yang nggak punya cukup waktu untuk membeli kebutuhan ibu dan anak atau berkunjung ke dokter.   



Dengan hadirnya psikiater dan psikolog di fitur Kontak Dokter Halodoc, diharapkan masyarakat nggak perlu malu lagi untuk konsultasi mengenai gangguan mental yang dialami. Karena semakin dini diketahui gejalanya, semakin mudah untuk menekan laju depresi yang akan terjadi.  

Salam,

Tidak ada komentar

Welcome to my second home, dan terima kasih sudah mampir ke rumah.