Tata Laksana Menyusui Saat Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bismillah.

Assalamua'alaikum.

Pandemi belum usai. Melihat jumlah kasus aktif harian di Indonesia, sepertinya pandemi ini masih panjang. 

Ditambah masih banyak masyarakat yang termakan hoax akan vaksin. Bakal lebih lama Indonesia mencapai herd immunity sehingga terbebas dari covid-19.

Ibu dua anak ini udah lelah menghadapi pandemi 

Buibu udah pada vaksinasi covid-19 belum? Sesuai Surat Edaran Kemenkes RI tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 No HK.02.02/11/368/2021, bahwa vaksinasi dapat diberikan kepada ibu menyusui.

Sumber: Akun IG AIMI

Jadi, ibu menyusui boleh divaksinasi, dan justru sangat disarankan. Karena berdasarkan hasil penelitian, ASI-nya nanti mengandung antibodi vaksin tersebut. Jadi bukan hanya melindungi ibu, tapi juga melindungi bayi. MasyaAllah.

Alhamdulillah saya status vaksinasinya udah lengkap. Udah beres vaksin covid-19 dosis ke dua pada tanggal 29 Juli kemarin. Ini merupakan salah satu ikhtiar saya dalam melindungi keluarga.

Jangan takut divaksinasi, ya. InsyaAllah aman, dan halal.

Semenjak pandemi ini, saya sering banget membaca pertanyaan di berbagai sosial media tentang, "ibu menyusui yang positif covid apakah masih tetap boleh menyusui?"

Awalnya saya juga bertanya-tanya, lalu saya cari tau dengan baca-baca di akun AIMI, Kemenkes, Kawal Covid, Dokter Anak, dan Website Kesehatan.

Alhamdulillah, semua informasi yang saya dapat menyatakan, bahwa ibu menyusui yang terkonfirmasi positif covid tetap boleh menyusui bayinya. 

Hal ini dikarenakan, belum ada penelitian bahwa virus corona dapat menular melalui ASI. 

Bahkan sangat dianjurkan untuk tetap menyusui karena kandungan antibodi dalam ASI menjadi meningkat, sehingga bayi nggak mudah tertular.

See! Begitu hebat dan dinamisnya kandungan ASI. Kandungannya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Nah, ketika sang ibu positif covid, tentu cara menyusui atau pemberian ASI-nya nggak sembarangan. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak menularkan ke bayi.

Tata Laksana Pemberian ASI Saat Terkonfirmasi Positif Covid-19 

Berdasarkan informasi dari Kemenkes RI, berikut hal yang perlu dilakukan ibu agar tetap bisa menyusui bayi:

  • Memakai masker saat menyusui dan merawat bayi
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang bayi
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh oleh bayi dan ibu
  • Menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut bayi dan ibu sendiri
Sumber: Akun IG AIMI

Gampang, ya, sebenarnya. Tapi kalau dijalankan, pasti berat banget. Untuk itulah perlu dukungan dari keluarga agar proses menyusui berjalan lancar.

Jadi, jangan sungkan untuk minta tolong apa pun itu.

Prosedur pencegah penularan covid-19 di atas, dilakukan untuk ibu yang positif covid dengan tanpa gejala atau gejala ringan.

Bagi ibu yang tidak memungkinkan untuk menyusui langsung, bayi bisa diberikan ASI perah.
 
Saat memerah ASI pun, jangan lupa untuk menerapkan prosedur pencegahan penularan covid-19.

Dilansir dari postingan akun Kawal Covid, berikut panduan memerah ASI yang benar:
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memerah
  • Menyediakan wadah bersih dan tertutup untuk menampung ASI
  • Perah sedikit ASI, lalu oleskan di puting dan areola untuk membersihkan area tersebut karena ASI mengandung zat anti kuman
  • Sterilasi/disenfeksi alat pumping sebelum dan sesudah memerah ASI
  • Hindari pemberian ASI dengan dot atau botol susu agar tidak bingung puting
Sumber: Akun IG Kawal Covid

"Lalu, bagaimana prosedur pemberian ASI saat ibu bergejala berat?"

Disarankan untuk tetap diberikan ASI. Jika tidak memungkinkan untuk menyusui langsung atau memerah ASI, maka pemberian ASI dilakukan dengan mencari pendonor ASI.

Namun, saat mencari donor ASI harus benar-benar diperhatikan. Menurut info yang saya baca dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), agar mencari donor ASI dengan menghubungi fasilitas kesehatan yang sudah biasa menerima, memeriksa, dan menggunakan donor ASI. 

Hal tersebut untuk memastikan agar ASI yang didapat memang layak didonorkan karena telah melalui proses skrining.

Jika tidak dapat menghubungi fasilitas kesehatan, bisa konsultasi dulu dengan dokter anak dan konselor menyusui, lalu memulai pencarian donor ASI.

Berikut hal yang perlu diperhatikan saat mencari donor ASI dari AIMI:

  • Donor ASI harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan faktor medis, sosial budaya, dan agama
  • Donor ASI hanya boleh dilakukan oleh ibu yang sehat dan sudah skrining kesehatan seperti Hepatitis, HIV, CMV, Sifilis dan Covid-19. Skrining tersebut dilakukan sebelum memerah ASI
  • Mencari pendampingan konselor menyusui agar pencarian donor ASI yang aman dapat didampingi 
  • Saat ibu sehat, bisa langsung menyusui kembali bayinya

Nah, semua informasi di atas, disampaikan juga oleh dr. S. T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A dalam acara New Parents Amidst the Covid-19 Pandemic yang diselenggarakan oleh Shopee Moms Club dan Philips Avent dalam Shopee Live pada tanggal 7 Agustus 2021 kemarin. 

Acara tersebut dimoderatori oleh Cherisha Lidia, selaku MC dan New Mom. 

Dr. Andreas menjelaskan, tantangan menjadi orang tua baru itu susah. Ditambah saat lagi pandemi seperti ini, tantangannya menjadi double pressure sehingga membutuhkan effort lebih.

Beliau juga menambahkan, bahwa Indonesia merupakan nomor 1 tertinggi di dunia kasus positif covid pada anak (usia 0-18 tahun). Presentasenya mencapai 12%. 

Salah satu alasannya karena kurang ketatnya protokol kesehatan.

"gejala covid pada anak nggak terlalu spesifik, dan melebar. Bisa saja hanya mengalami demam dan diare, namun setelah di-swab ternyata positif. Nggak seperti orang dewasa yang menyerang saluran pernapasan", lanjut dr. Andrian.

Selain menerapkan prosedur pencegahan penularan covid-19 saat menyusui langsung atau memerah ASI seperti di atas, dr. Andrian juga menambahkan bahwa boleh menggunakan sarung tangan steril saat memerah. 

Beliau menekankan, untuk selalu menjaga kebersihan alat pumping dengan sering sterilisasi.

Pemberian nutrisi pada anak saat pandemi seperti ini, harus ditingkatkan. Seperti tetap memberikan ASI meski ibu positif covid. Baik dengan menyusui langsung, atau dengan ASI perah.

Untuk bayi yang sudah masa MPASI, pemberian makannya harus seimbang yang terdiri dari Karbohirat 50%, Protein 15%, Lemak 30% dan Vitamin juga Mineral dari sayur mayur dan buah-buahan. Contoh vitamin yang bagus untuk bayi adalah vitamin A, D, C, juga Zat Besi, dan Zinc.

Hayo ... Sekarang bulan Agustus, waktunya pemberian Vitamin A untuk anak usia 6-59 bulan. Jangan lupa kasih Vitamin A, ya. Bisa didapatkan di Posyandu atau Puskesmas. 

Zayyin udah Vit A dong tanggal 10 kemarin 

By the way ada tips, nih, dari dr. Andrian agar ASI lancar:

  • Sering dikeluarkan dengan disusui langsung atau diperah untuk merangsang hormon prolaktin
  • Harus happy untuk merangsang hormon oksitosin sehingga ASI keluar dengan lancar
  • Pemenuhan nutrisi yang cukup dengan makanan seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Menggunakan alat pumping yang nyaman untuk memerah ASI

Di acara tersebut, moderator merekomendasikan salah satu alat pumping yang  nyaman, yaitu Philips Avent. Alat pumping Philips Avent memiliki tiga macam: Philips Avent Double Electric Breast Pump, Philips Avent Single Electric Breast Pump, dan Philips Avent Comfort Manual Breast Pump.

Ketiganya memiliki bantalan yang empuk dan lembut untuk payudara, juga memiliki tarikan kencang sehingga pengeluaran ASI optimal karena seperti sensasi pijat payudara.

Philips Avent juga memiliki aplikasi khusus untuk ibu hamil dan ibu menyusui, namanya Pregnancy+, dan Baby+. Aplikasi tersebut tersedia di Google Play dan App Store.

Yuk, coba download!

Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang acara kemarin, kalian bisa membuka aplikasi Shopee, lalu kunjungi akun Philips Official Shop. Tinggal klik Shopee Live, dan putar videonya.


Acara kemarin sangat insightfull. Dr. Andrian banyak menjelaskan tentang Breast Message, Cara Menyimpan ASI Perah, Pemberian Zat Besi, dan masih banyak lagi.

InsyaAllah bermanfaat sekali untuk semua ibu.
 
Salam,

No comments

Welcome to my second home, dan terima kasih sudah mampir ke rumah.