Tips Mengajukan Jumlah Pinjaman Online Paling Pas dan Sesuai Kebutuhan

Dengan kecanggihan teknologi, pinjaman online saat ini menjadi cara populer untuk mendapat tambahan dana. Fungsinya bisa bermacam-macam, entah jadi modal usaha, biaya pernikahan atau dana darurat.


Berbagai fintech pinjaman online bermunculan, bahkan setiap tahun ada puluhan platform baru yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tapi, sebagai konsumen yang cerdas, kamu perlu tahu berapa besaran utang yang paling pas agar kebutuhanmu terpenuhi dan tidak terjebak dalam pusaran hutang. 


Tips mengajukan jumlah pinjaman online berikut ini bisa membantumu untuk menjaga kondisi keuangan tetap aman dengan utang yang tepat.  


Gambar oleh J S dari Pixabay


Cari Sumber Pendapatan Dulu 


Hal paling penting yang kamu ingat sebelum mengajukan pinjaman online adalah kamu wajib punya sumber pendapatan dulu. Wabah COVID-19 membuat banyak orang dirumahkan, kemudian mereka mencari jalan dengan cara berhutang untuk memenuhi kebutuhan.


Lalu, bagaimana mereka akan membayar pinjaman tersebut beserta bunganya kalau tidak punya jaminan pekerjaan? Jangan sampai kamu gali lubang tutup lubang, ya. Cara ini malah bisa membuatmu bangkrut karena kamu juga harus membayar bunganya berkali-kali. 


Apalagi bunga pinjaman online cukup tinggi dibandingkan dengan bank konvensional, lho. Coba lamar pekerjaan baru, berjualan, atau mengikuti freelance terlebih dahulu untuk menambah pemasukan. Dengan begini, kamu punya “jaminan” kemampuan membayar pinjaman online tersebut. 

Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Kamu mengajukan pinjaman online untuk membeli sepatu baru? Atau, mengikuti tren berolahraga di rumah saja dan membeli peralatannya? Kalau itu tujuanmu melakukan pinjaman, sebaiknya jangan diteruskan. 


Menentukan jumlah pinjaman online seharusnya kamu tinjau hanya dari kebutuhan, seperti makan, membeli popok bayi, atau paket internet untuk kerja. Hindari dulu baju baru, belanja impulsif, atau layanan video berbayar ratusan ribu.  


Sebelum mengajukan pinjaman online untuk membeli sesuatu, tanyakan dulu bagaimana semisal kamu tidak membeli benda itu saat ini juga dan apakah ada alternatifnya yang lebih murah? Mengerti mana kebutuhan dan keinginan bisa menghindarkanmu dari melakukan pinjaman online dengan jumlah besar, tanpa tahu bagaimana cara mengembalikannya nanti. 

Lihat Buku Anggaranmu Sebelumnya dan Rencana ke Depan

Supaya lebih jelas berapa jumlah pinjaman online yang harus kamu ajukan, cek ulang buku keuanganmu selama ini. Kebutuhan mana saja yang perlu kamu cover dengan pinjaman tersebut dan seberapa banyak. Jika pinjaman online dilakukan untuk modal usaha atau biaya pernikahan, buat rancangan keuangan sedetail mungkin tentang apa saja yang kamu perlukan. 


Selanjutnya, pastikan keuanganmu sedang tidak minus, ya. Berhutang bukan solusi yang tepat kalau kamu sedang tidak ada pendapatan sama sekali. Lebih baik, rencanakan ulang keuangan keluarga kamu dan hilangkan pengeluaran yang tidak penting. 


Setelah kamu mendapat pekerjaan baru, atau sudah ada angin segar di pemasukan keluarga, barulah kamu boleh berpikir untuk melakukan pinjaman online. Ini dimaksudkan biar kamu tidak bingung bagaimana membayar cicilan pinjaman online beserta bunganya di kemudian hari. 

Pilih Pinjaman Online yang Terpercaya

Memilih pinjaman online abal-abal bukannya untung tertolong, malah buntung dan bisa kehilangan uang. Fintech ilegal seringkali menipu calon nasabahnya dengan menyuruh mereka transfer sejumlah uang dulu sebelum mencairkan dana pinjaman. Atau, data pribadimu menjadi konsumsi mereka untuk hal-hal yang tidak-tidak. 


Maka dari itu, seleksi pinjaman online yang aman dan terpercaya. Fintech resmi pasti sudah diawasi oleh OJK dan menjadi anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Pastikan mereka punya identitas yang jelas dengan menunjukkan alamat kantor dan call center yang bisa dihubungi. 


Pemilihan platform pinjaman online ini bisa menentukan besaran pinjaman yang akan kamu ajukan. Soalnya, setiap fintech memiliki kebijakan bunga dan biaya masing-masing, seperti biaya administrasi atau keterlambatan, meskipun AFPI sudah menentukan bunga maksimal 0.8% per hari.

Pertimbangkan Bunga dan Jangka Waktu 

Beda jangka waktu pinjaman yang kamu pilih, berpengaruh juga ke besaran bunga yang akan kamu terima. Semakin lama tenornya, semakin tinggi bunganya. 


Misal, kamu melakukan pinjaman online sejumlah Rp 1 juta dengan bunga 0.8% per hari. Kalau kamu pilih tenor 10 hari, maka kamu perlu mengembalikan sejumlah Rp 1.080.000. Sedangkan, dengan durasi 30 hari, total pinjaman online yang harus kamu bayar adalah Rp. 1.240.000. Selisihnya lumayan banget, lho!


Namun, kalau kamu memilih jangka waktu pendek, lalu tidak sanggup melunasinya, kamu bisa dapat biaya keterlambatan. Wah, bahaya juga, dong! Maka dari itu jumlah pinjaman harus disesuaikan dengan pendapatan kamu, ya. 


Cicilan pinjaman online yang kamu ajukan juga tidak boleh melampaui 30% dari pendapatan. Kalau melebihi angka tersebut, pengeluaran lain bisa jadi kamu abaikan atau tabunganmu defisit karena terpakai untuk menutupi utang. 

Coba Lakukan Simulasi Pinjaman 

Nah, setelah kamu memilih platform pinjaman online yang resmi dan mempertimbangkan bunga serta jangka waktunya, lakukan simulasi pinjaman yang tertera di situs web atau aplikasi fintech tersebut. 


Simulasi kredit ini bakal memberimu insight mengenai cicilan per bulan atau total pinjaman online yang wajib kamu bayar. Fintech yang transparan terhadap pembayaran akan memasukkan biaya tambahan juga seperti biaya administrasi, asuransi, atau provisi. 


Mengajukan pinjaman online memang perlu ketelitian, tidak saja memilih platform-nya, tetapi juga jumlah pinjaman agar kita tidak terbebani dengan cicilan di masa depan dan kebutuhan tetap terpenuhi.


Supaya kamu bisa membuat keputusan yang bijak dan memiliki kebebasan finansial, ajukan pinjamanmu ke https://www.cekaja.com/pinjaman-online/ supaya proses pinjaman anti ribet, bahkan bisa mendapat bunga rendah! Kamu juga bisa melihat tips keuangan lain melalui blog CekAja agar makin melek finansial.


Salam,

No comments

Welcome to my daily life as full time mom and part time blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.