Tanya Jawab Soal Penanganan Ular Part Satu

Bismillah. 

Assalamu'alaikum, Buibu... 

Gaes, masih inget ga berita satpam di salah satu cluster daerah Serpong meninggal setelah digigit ular?

Sebagai buibu, saya parno banget setelah tau bahwa di Tangsel ini lagi banyak ular bermunculan. Apalagi ular yang gigit Almarhum adalah jenis ular paling berbisa, yang bisa nya beberapa kali lipat lebih beracun dari kobra.

Saya sudah hampir tiga tahun tinggal di Pamulang, Alhamdulillah sampe sekarang belum nemu atau liat ular berkeliaran di deket sini. 

Tapi setelah baca berita kemarin, jujur saya worry banget. Karena saya juga bener-bener baru tau spesies ular yang berbahaya atau tidak.

Alhamdulillahnya malam Sabtu kemarin saya berkesempatan ikut Online Discussion via WhatsApp Group kolaborasi Safe Kids Indonesia dan Yayasan Sioux Ular Indonesia tentang penanganan ular dengan tema utama "Aspek Keselamatan Pertolongan Pertama" 



Karena saya nggak mau nyimpen hasil informasinya sendiri, maka saya coba rekap tanya jawab saat online discussionnya, ya.

Siapa tau bermanfaat bagi yang belum tau, sekaligus buat self reminder juga biar nggak lupa. 

Btw karena tulisan ini sepertinya bakal panjang. Maka saya bikin dua part. Biar nggak mumet bacanya, hihi. 

Oke. Inilah tanya jawab peserta online discussion dengan Mas Aji, selaku pendiri Yayasan Sioux Ular Indonesia. 

Question
1. Banyak pertanyaan yang masuk menanyakan tentang penggunaan garam dan keset ijuk untuk mencegah ular masuk ke rumah. Apakah benar efektif? 

Answer
1. Ular ini memiliki sisik yang bahan materinya sama dengan kuku kita. Jadi sangat kuat dan lentur. Nah,  karena bersisik, maka ular tidak takut garam dan tidak merasa sakit melewati ijuk. Yang takut garam itu lintah, siput, cacing. 

Jadi, garam dan sapu ijuk sama sekali ga ada pengaruhnya. Ini sudah dibuktikan secara logis dan ilmiah. 

Question 
2. Kalau nggak bisa dicegah dengan garam, apakah ada tips untuk mencegah ular yang efektif agar tidak masuk rumah dan sekitarnya? 

Answer
2. Kembali ke karakter biologi ularnya. Begini prinsip dasar mencegah ular masuk:
  • Dia mengandalkan penciuman untuk mendeteksi mangsa dan musuh, dan mencium dengan  lidah ( bukan hidung). Jadi kalo penciumannya terganggu, dia akan menghindar. Bau menyengat tidak disukai ular
  • Ular juga takut manusia, jadi area yang sering dibersihkan manusia dia akan sembunyi dan menghindar
  • Putus rantai makanannya. Ular datang karena lapar untuk cari makan
Question
3. Bila ular mengandalkan penciuman. Lalu dapatkah kita meletakkan wewangian di sekitar pintu rumah, misalnya kamper, daun pandan, dsb? 

Answer
3. Bau menyengat ini pun masih perlu dipahami juga kondisinya. Bau yg alami masih ditoleransi oleh ular, dia masih nyaman. Daun pandan, kapur barus itu masih alami. 

Yang pernah kita lakukan dengan menyemprotkan bahan kimia seperti pewangi ruangan atau pembasmi serangga. Dia akan terusik dan berpindah. 

Semprotnya cukup di area rumah aja. Di alam luar seperti kebun nggak perlu, karena nggak efektif. 

Question 
4. Lalu, bagaimana dengan sarang ular?

Answer
4. Nah kembali ke aspek biologi ular.
  • Ular satwa itu nomaden, berpindah dan tidak punya sarang
  • Yang ular lakukan adalah mencari tempat sembunyi. Bukan bersarang karena dia selalu berpindah
  • Selama di rumah lingkungan kita ada tempat sembunyi dan ada makanannya, dia akan betah.
Jika tidak ada dua hal itu, dia akan berpindah.

Question
5. Karakteristik tempat yang disukai ular untuk sembunyi atau ciri-ciri nya bagaimana? 

Apakah benar ular menggunakan sarang binatang lain untuk bersembunyi? Misal sarang tikus?

Answer
5. Ciri-cirinya sebagai berikut:
  • Kering, tidak basah lantainya, bisa sedikit lembap tapi tidak ada genangan air
  • Gelap. Semakin disukai jika tidak ada cahaya
  • Ular nocturnal (aktif makan malam hari), akan sembunyi di siang hari. Dia gak suka cahaya
  • Ular diurnal (aktif makan siang hari) dia akan tidur di malam hari di tempat yg agak terbuka
  • Betul suka memanfaatkan lubang satwa lain. Karena ular tidak berkaki dan bertangan jadi ga bisa bikin lubang sembunyi
Contoh tempat yang disukai ular di rumah:
  • Plafon atap
  • Lubang pondasi
  • Saluran sampah
  • Tumpukan material
Question 
6. Tentang ular yang keluar dari floor drain kamar mandi. Padahal area itu basah, bukan kering.

Answer
6. Ular yg masuk ke saluran drainase adalah ular yg mencari tempat berendam dan cari makan. Bukan untuk menetap sembunyi. 

Ular memang suka berendam, tapi dia akan bergeser cari panas matahari kalo sudah kedinginan. Jadi, ular yang masuk  saluran floor drain itu karena insting cari air dan makan.

Question
7. Boleh dijelaskan mengenai jenis ular?

Answer
7. Nah ini membahas aspek biologi juga. Habitat atau tempat tinggal ular ada 5 zona:
  • Terestrial atau di tanah. Contohnya kobra
  • Aboreal atau di pohon.  Contohnya viper hijau
  • Semi aquatic atau setengah perairan.  Contoh yang  lagi ngehits adalah weling,  welang dan ular kadut
  • Aquatic atau perairan murni ini ular laut. Ekornya berbentuk dayung
  • Ular gurun pasir. Di Indonesia ga ada jenis ini.
Question 
8. Cara membedakan ular berbisa dan nggak berbisa gimana? 

Answer
8.  Ada beberapa ciri yang normal bisa dibedakan. Meski ada beberapa perkecualian:

Ular berbisa tinggi
  • Ada taring bisa
  • Kepala segitiga penuh (kecuali kobra, welang weling, dan king cobra)
  • Keluar cari makan malam hari
  • Membunuh dengan menyuntik bisa
Ular tidak berbisa
  • Gigi taringnya tidak mengandung bisa
  • Kepala oval (kecuali kobra, oval tapi high venom)
  • Keluar cari makan siang hari
Perkecualian yg unik adalah Kobra dan King Cobra:
  • Cari makan siang malam
  • Kepala oval
  • Gerakan agresif
Question 
9. Apakah semua ular aquatic berbisa?

Answer
9. Ular habitat aquatic atau ular laut semua berbisa mematikan.

Question 
10. Jika kita bertemu atau papasan dengan ular dengan jarak yang relatif dekat. Apa yang harus kita lakukan?

Answer
10. Nah, ini perlu dipahami bahwa kalau ular bertemu manusia. Ularnya juga shock, stres, panik, dan takut. Jadi ga cuma manusianya yang stres, ya. 

Nah masalahnya, ular ini hanya bisa lari, bertahan, mengancam atau menyerang.

Saat bertemu ular, yang harus kita lakukan hanya diam dan lakukan STOP. Yaitu:
  • Silent
  • Thinking
  • Observe
  • Prepared
Saat bertemu ular, diam jangan gerak, lalu berpikir ini ular apa, sedang terancam atau tidak, observe lihat kanan kiri, lalu bersiap apa yang akan kita lakukan.

Jika kita diam, ular tidak bisa membedakan antara kita dan pohon. Maka dia akan pergi sendiri.

Question 
11. Setelah diam tapi ularnya nggak pergi malah mendekat. Apa yang perlu kita lakukan?

Answer
11. Tetap diam. Selama dia tidak terprovokasi, tidak akan menggigit.

Question 
12. Jadi kalau bertemu ular di ruang terbuka tetep diam dan nggak boleh kabur?

Answer
12. Tetap diam. Karena ular mendeteksi dengan penglihatan (yang kabur dan buta warna) serta dengan penciuman. Ular tidak punya telinga, dia tuli. Jadi kalo nemu ular, percuma teriak, ularnya nggak denger.

Question 
13. Jika terlanjur digigit ular. Apa yang seharusnya dilakukan?

Answer
13. Baik, masuk ke penanganan gigitan:

Saat digigit ular yg pertama dilakukan adalah tenang, jangan panik, jangan teriak-teriak atau lari lari. 

Lalu kenali ularnya. Bila perlu foto jika bawa hp, lalu cari tau jenis ular yang gigit dengan cara googling atau bertanya.

Apakah berbisa atau berbisa tinggi, karena penangananya juga berbeda. 

Lalu jika berbisa tinggi, pasang bidai dan lakukan imobilisasi.

Click here to next go to part two.... 

No comments

Welcome to my daily life as full time mom and part time blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.