Tanya Jawab Soal Penanganan Ular Part Dua


Gimana Buibu dan Pakbapak? Sampe sini udah tercerahkan tentang penanganan ular?


Lanjut tanya jawab part dua, ya. 

Question
14. Adakah golden period korban harus segera mendapatkan suntikan serum anti bisa ular?

Answer
14. Nah, ini ada beberapa penjelasan SABU (serum anti bisa ular):
  • Gigitan ular tidak harus selalu disuntik SABU
  • Tindakan pertama adalah imobilisasi, bukan suntikan SABU
  • Masa penyerangan mematikan tergantung spesies ularnya. Ada yg 10 menit, ada yang 24 jam
Jadi sangat penting mengenal dulu spesies ular yang gigit.

Question 
15. Kalau kita belum tau apakah ular itu berbisa atau tidak. Cara membedakan itu gigitan ular berbisa rendah atau tinggi gimana?

Answer 
15. Jika belum tau atau tidak yakin, maka anggap ular berbisa saja. Imobilisasi dan bawa ke faskes.

Question 
16. Mulai usia berapa anak-anak bisa dipahamkan dengan metode STOP saat bertemu ular?

Answer 
16. Dari usia dua tahun sudah bisa.

Question 
17. Bagaimana cara mengamankan ular dengan aman tanpa menyakiti manusia dan ular itu sendiri?

Answer 
17. Nah ini perlu berlatih teknik handling/ menangani ular dengan benar. Latihannya ga bisa dengan liat di video dan baca tulisan. Tapi kudu praktek langsung dan didampingi yang berpengalaman.

Tidak semua ular bisa di-handle dngan tangan. Tapi tidak semua ular juga bisa ditangani dengan alat penjepit. 

Beda ular, beda ukuran, beeda karakter, beda teknik handlingnya. Jadi harus menguasai semuanya. Apalagi di Indonesia punya 348 spesies ular. Jauuuuh lebih banyak dari Australia yang hanya punya 140 spesies.

Question 
18. Ada mitos jika bunuh anak ular nanti induknya datang. Ada mitos juga kalau ada ular mati, akan mengundang ular lain datang. Apakah benar?

Answer 
18. Mitos jika bunuh anak ular nanti induknya datang. Karena ular bukan satwa sosial, mereka soliter. 

Jika sudah pecah telur nya dari induk, ular tidak mengerami dan membesarkan anaknya.

Mitos juga jika ada ular mati mengundang ular lain datang.

Sebenarnya, ular mengeluarkan bau badan feronom yang unik, yang jika dalam kondisi birahi akan mengundang pasangan. Tapi itu karena faktor biologis, bukan karena mistis.

Question 
19. Karena ular mengeluarkan bau unik (feronom) yang bisa mengundang ular lainnya.

Apakah kalau kita memelihara ular, ada kemungkinan ular lain akan datang karena feronom tersebut?

Answer 
19. Betul. Ada kemungkinan, karena ular saling berkomunikasi dengan bau dan gerakan tubuh. Tapi ular yang datang adalah ular sejenis yang dipelihara. Itupun saat musim kawin saja. 

Question 
20. Kalau kita mau masuk gudang yang penuh barang beserakan gelap dan lembap, dan takut ada ular nih. Cara menghindarinya gimana, ya?

Apakah perlu semprot pake kimia dulu?

Answer 
20. Yang masuk harus pake sepatu dan sarung tangan tebal.

Question 
21. Apa benar ular ga berani sama kucing? 

Answer
21. Betul. Kucing merupakan alarm alami. Insting ular menghindari predator seperti kucing.

Question 
22. Kalau ketemu ular kita kan harus STOP dulu. Jangan membuat gerakan yang bikin ular terprovokasi.

Nah, bagaimana membedakan gerak-gerik ular yang sedang merasa terancam dengan tidak?

Answer 
22. Ular kalo kaget/ takut/ stres dia akan membentuk sikap siaga.

Sikap siaganya macam-macam, yang paling kelihatan kalau kobra menegakkan kepalanya. Kalau ular lain membentuk spiral/ leter s. 

Itu harus  waspada. Jadi kita tetap diam, maka nanti dia pergi sendiri.

Question 
23. Apakah ular bisa jinak seperti hewan periharaan lainnya?

Answer
23. Ini agak unik. Kalau kucing dan anjing ada istilah jinak.

Sepemahaman kami, jinak itu menurut pada pemilik dan ketika dipanggil akan datang. 

Kalau ular tidak begitu. 

Ular hanya dibiasakan untuk tidak dibikin marah/ terancam. Ular ga bisa membedakan siapa owner/pelatih/kuratornya. 

Ular yang menetas di inkubator cenderung tidak mudah menyerang. Tapi insting ular tetap liar.

Ular "jinak" jika lepas dari kandang akan berubah agresif. Banyak kasus orang digigit ular peliharaannya sendiri karena dia memang tidak punya insting/kecerdasan untuk membedakan siapa tuannya atau bukan.

Question 
24. Baby kobra lehernya udah bisa tegak dan megar juga? 

Answer 
24. Sudah, dan berbisa juga. 

Question 
25. Kalau ular phyton yang masih bayi, apakah punya kemampuan yang sama dengan ular yang dewasa? Misal kemampuan bisanya yang mematikan atau kemampuan untuk melilitkan badannya ke suatu obyek?

Answer 
25. Membelit sudah bisa, tapi masih tidak sekuat yang ukuran 4/7 meter. 

Question 
26. Kalau lihat rantai makanan dari ular kan ga ada menu makan manusia. Tapi kenapa sering kita dengar berita ular menelan manusia? Dan kalau habis makan makanan yg besar itu infonya dia akan mati? Apa benar? 

Answer 
26. Makanan ular adalah hewan/makhluk lain berdarah panas/dingin yang lewat di area berburunya. Ular tidak bisa membedakan jenis makanan di alam. Yang terdekat di areanya lah yang akan diburu dan dimakan. 

Ular yang memangsa manusia tidak mati, hanya kelelahan. 

Question 
27. Lalu, dalam proses 'penghacuran' makanan yg besar dalam perutnya butuh waktu berapa lama untuk dicerna? 

Answer 
27. Tergantung makanannya. Pengamatan kami, kobra dewasa makan tikus butuh 3-4 hari lalu buang kotoran. Phyton 5/6 meter makan kambing butuh 3-4 minggu..

Makin besar mangsanya, enzim pencernaannya makin butuh waktu lama untuk menghancurkan dan menyerap makanan. 

Alhamdulillaaaah, selesai juga ngerjain tanya jawab tentang online discussion kemarin. 

Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang belum tau. 

Stay safe ya teman-teman di mana pun kalian berada. 

Terima kasih @safekidsindo dan @ular_indonesia untuk online discussionnya yang sangat bermanfaat. 

Btw kalau ada yang mau modul PDF tentang snake management, apa itu Yayasan Sioux Ular Indonesia, serta jenis-jenis ular, dll. Bisa WA saya di 081298670002 

Intinya, ular itu bukan hama, juga bukan musuh kita. Maka jangan bunuh ular, apalagi dimakan. Karena ekosistem akan rusak kalau populasi ular terancam. 

Salam,  

No comments

Welcome to my daily life as full time mom and part time blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.