5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak yang Cukup Sering Terjadi


Sebagai orangtua, tentu kita menginginkan yang terbaik untuk anak kita. Yang terbaik dari segi apapun yang menyangkut kesejahteraan hidupnya. Agar anak tumbuh dan berkembang dengan baik, tentu lah peran kita sebagai orangtua yang paling utama yang berpengaruh besar dalam masa depannya nanti. Tiap orangtua pasti memiliki standar dan cara tersendiri dalam hal mengasuh anak, yang pastinya berbekal ilmu pengetahuan yang didapat dari banyak membaca maupun bertanya kepada ahlinya.


Dalam hal mengasuh anak, ada perbedaan mencolok dari cara pengasuhan orangtua zaman dulu dan sekarang. Perbedaan-perbedaan yang bisa dilihat di sekeliling kita. Misal perbedaan cara merawat pusar bayi baru lahir agar cepat menutup dengan menambahkan bubuk kopi hitam setelah mandi atau bayi diminumkan kopi untuk mencegah terjadinya kejang. Yang padahal, sebenarnya cara tersebut tidak dibenarkan karena dapat menyebabkan infeksi pada pusar bayi. Karena menganggap lebih berpengalaman, tidak sedikit orangtua dulu menganjurkan kita untuk mengikuti cara mengasuh anak versi mereka, yang sebenarnya tidak semua cara yang dilakukan orangtua zaman dulu itu benar. 

Sebagai ibu baru, tentu tidak jarang kita mengikuti saran orangtua karena masih minimnya ilmu dan terbatasnya akses untuk bertanya langsung ke tenaga kesehatan. Di zaman sekarang pun, masih ada kesalahan-kesalahan pola asuh gizi yang diterapkan ke anak oleh orangtuanya karena  keterbatasan waktu maupun biaya untuk bertanya langsung ke tenaga kesehatan. 

Menurut dr. Herlina, Sp.A 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak antara lain: 

☑️ Memaksa Anak untuk Makan

Pada awal-awal MPASI, sebagian besar anak pasti makannya masih mau tidak mau. Tidak jarang juga ada anak yang sama sekali menolak makan. Padahal, di usia 6 bulan ke atas, anak butuh asupan gizi lain selain ASI yang bisa didapatkan dari makanan pokok. Karena masih proses adaptasi, tidak sedikit anak yang menolak makan ketika disuapi. Sebagai ibu, tentu kita khawatir kalau anak tidak makan sama sekali. Dengan berbagai upaya, sebisa mungkin kita mencari cara agar anak mau makan. Salah satunya dengan memaksa anak untuk makan. Padahal, memaksa anak untuk makan bisa membuat anak menjadi trauma dan mengakibatkan anak menjadi lebih menolak untuk makan.

Cara yang benar agar anak mau makan ketika anak menolak makan adalah dengan cara mengkreasikan menu makan, mengatur jam makan atau menjadikan suasana makan sebagai aktivitas yang menyenangkan, seperti misalnya makan satu meja dengan orangtua.

☑️ Memberikan Makanan Pendamping ASI Dini

Menurut WHO, waktu ideal memberikan anak makanan pendamping ASI adalah saat usianya menginjak 6 bulan karena sistem pencernaanya telah siap serta kebutuhan gizinya pun bertambah. Tapi faktanya, di zaman sekarang pun masih ada orangtua yang memberikan anaknya MPASI dini atau sebelum usia 6 bulan. Biasanya hal tersebut terjadi karena kurangnya ilmu pengetahuan serta desakan dari kerabat dekat. 

Desakan-desakan tersebut dilatar belakangi karena adanya fakta dan pengalaman bahwa orang dulu pun banyak yang memberi makan anaknya saat masih usia satu bulan tapi masih sehat sampai sekarang. Padahal, statement tersebut salah, karena tiap bayi memiliki reaksi dan respon yang berbeda. Tidak semua bayi menimbulkan respon negatif ketika diberi makan saat usia 1 bulan. Tapi yang pasti, memberi MPASI dini memiliki resiko besar karena dapat menyebabkan kematian.

☑️ Memberi Makanan yang tidak Sesuai Usia Anak

Biasanya, ketika anak telah memasuki usia 6 bulan di mana anak masuk tahap MPASI, orangtua menganggap bahwa semua makanan boleh dimakan oleh bayi. Faktanya, meski telah masuk tahap MPASI, anak tidak boleh makan makanan seperti makanan kita karena kandungan makanan kita tidak sesuai dengan usia anak sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anak. 

☑️ Pemakaian Dot Lebih Lama

Salah satu dilema terbesar seorang working mom adalah memilih media untuk pemberian ASIP saat  waktu kerja. Bagi ibu yang tidak mau repot, biasanya ibu akan memilih dot sebagai media untuk pemberian ASIP. Sebenarnya, penggunaan dot pada bayi tidak dilarang hanya tidak dianjurkan karena dapat terjadi bingung puting serta perubahan struktur rahang gigi pada bayi yang menggunakan dot lebih lama. Selain itu, menggunakan dot lebih lama juga dapat merusak gigi pada anak karena susu yang dikeluarkan akan langsung tumpah ke gigi ketika menggunakan dot dengan posisi berbaring. 

☑️ Banyak Memberi Makanan Manis

Ketika anak berusia di atas satu tahun, anak akan lebih bebas memilih makanan karena sebagian besar makanan sudah boleh dikonsumsi. Tapi meski begitu, anak tetap perlu dibatasi jumlah makanan manis yang dikonsumsi setiap harinya. Menurut WHO, kebutuhan harian gula pada anak tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi. Itu artinya, untuk anak usia 1-3 tahun tidak boleh mengkonsumsi makanan manis dengan kadar gula melebihi 4-5 teh sendok gula setiap harinya. Mengapa? Karena memberikan kelebihan gula dapat memperburuk kesehatan. Anak bisa menjadi obesitas, tidak nafsu makan dan merusak kesehatan gigi. 

5 Kesalahan pola asuh gizi anak yang cukup sering terjadi tersebut biasanya karena kurangnya edukasi serta keterbatasan akses untuk bertanya langsung ke tenaga kesehatan. Selain itu, faktor ekonomi juga bisa menjadi sumber utama dengan tidak memilih menemui tenaga kesehatan.

Sebenarnya, di zaman millenial ini, banyak sekali support system yang mendukung peran kita sebagai seorang ibu. Sebagai ibu, pastinya kita membutuhkan banyak ilmu untuk kelangsungan hidup si kecil. Ilmu yang didapatkan pastinya haruslah yang sesuai Evidance Based dunia kesehatan agar tidak salah dalam mengasuh anak, yaitu dengan cara banyak membaca dan banyak bertanya ke referensi yang terpercaya. Tapi kendalanya, untuk bertanya langsung ke tenaga ahli harus membutuhkan waktu yang pas dan materi yang cukup, dan tidak semua orang mempunyai waktu dan uang cukup untuk sekedar bertanya ke tenaga ahli.

Berdasarkan kenyataan tersebut lah, Halodoc hadir di tengah-tengah kita sebagai salah satu support system yang bisa membantu peran kita sebagai ibu. Sebagai informasi, Aplikasi Halodoc adalah Aplikasi Dokter online berbasis kesehatan yang menyediakan fitur-fitur penting sebagai berikut :


✔️ Fitur Contact Doctor

Fitur contact doctor adalah layanan yang menghubungkan antara dokter dengan pengguna aplikasi. Sebagai user, kita bisa menggunakan fitur contact doctor ini ketika kita ingin bertanya dengan cara berkomunikasi langsung menggunakan video call, voice call atau pun chat. Layanan ini tersedia selama 24 jam, jadi bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Di layanan ini juga kita bisa memilih dokter yang ingin kita ajak untuk berkomunikasi.



✔️ Fitur Pharmacy Delivery 

Fitur ini merupakan fitur yang menyediakan layanan untuk membeli obat secara online dan bisa langsung diantarkan ke rumah dalam waktu kurang dari satu jam. Layanan ini gratis ongkor kirim. Fitur ini juga terkoneksi dengan GO-MED pada aplikasi GO-JEK sebagai pihak yang mengantarkan obat yang dipesan oleh pengguna.





✔️ Fitur Lab Service

Fitur ini merupakan layanan yang memfasilitasi pemeriksaan laboratorium bagi yang berhalangan untuk datang langsung ke laboratorium. Cara kerjanya adalah di mana Flebotomis (pengumpul spesimen darah pasien) yang akan datang ke rumah pengguna dengan membawa semua perangkat pemeriksaan yang dibutuhkan. Fitur ini bekerja sama dengan Laboratorium Klinik Prodia sebagai laboratorium klinik terbesar di Indonesia yang memiliki cabang di 96 kota.



Setelah memesan fitur yang kita butuhkan, kita cukup membayarnya dengan  cara bayar di tempat atau melalui pembayaran dengan cara mengisi saldo di aplikasi terlebih dahulu. Untuk mengisi saldo di aplikasi, pengguna bisa mengisinya sampai Rp.10.000.000

Untuk registrasinya pun cukup mudah. Hanya dengan memasukkan nomor handphone kita dan Halodoc akan mengirimkan SMS kode verifikasi. Setelah berhasil log in, kita bisa menggunakan fitur-fitur yang tersedia di Aplikasi Halodoc dengan terlebih dahulu mengisi data diri kita.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Aplikasi Dokter dari Halodoc ini, silahkan untuk kunjungi Websitenya di sini dan akun Instagramnya @halodoc. Jangan lupa juga untuk download Aplikasinya dan gunakan fiturnya karena dengan #KataDokterHalodoc bikin #SehatLebihMudah


Salam,

15 comments

  1. Urusan anak memang harus benarbenar- di perhatikan ya mba, terutama urusan gizi. Karena akan pengaruh pada tumbuh kembangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba, ga boleh asal kenyang

      Delete
  2. Aku kalau soal asupan makanan sama anak yang termasuk posesif karena mau yang terbaik untuk anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaan kita mba. Bener-bener harus diperhatikan ya asupan nya.

      Delete
  3. gula membuat anak obesitas, makanya harus diimbangi dengan bermain sambil olahraga .

    kasian kalau obesitas , aktivitasnya terhambat dan bisa di bully

    ReplyDelete
  4. Wah..serasa punya dokter pribadi bisa tanya2 gitu..., Gratis lagi..

    Kayaknya wajib banget download aplikasi ini..apalagi soal tumbuh kembang anak anak..

    ReplyDelete
  5. Seneng yah jaman sekarang teknologi memudahkan, mau ah install aplikasinya

    ReplyDelete
  6. Aplikasinya bagus kykny y. Mirip web md jg. Jd mau install. Hmm, ngmg mslh anak susah makan emg slalu ad y. Ak jg dulu tmsk yg sering maksa. Soalnya sdh seribu cara di pake ttp aj anknya g mau makan. Tyt stlh diselidik ad hubungannya dg baby blues yg dulu sempat singgah. Skrg udh g lg..he

    ReplyDelete
  7. Makasi info aplikasinya berguna banget.. salam kenal mbak, saya Dewi��

    ReplyDelete
  8. Aku kapok mbak ngasih susu pake soft ke anakku... Gegara DOT anak keduaku jadi bingung puting dan sempet ga mau ASi... Setuju bgt deh kalo itu termasuk kesalahan pola asuh

    ReplyDelete
  9. Wah, serius ada aplikasi ini?? Kira2 bisa akurat ga mba diagnosisnya kalo ga tatap muka sama pasien? Kalo akurat2 aja bagus nih aplikasinya.... Btw, info salah pengasuhannya bagus, jadi nambah bikin "melek"

    ReplyDelete
  10. Wah aplikasinya bagus nih buat mamak-mamak seperti kita. Thank for sharing, mbak...

    ReplyDelete
  11. Aku termasuk yg pertama, hiks, memaksa anak untuk makan. Tentu sebelum aksi itu berbagai jurus rayu2 dikerahkan dulu :s

    ReplyDelete
  12. Setuju jgn terlalu sering kasih makanan manis buat anak2, takut giginya kenapa-napa. Soalnya rada susah nyuruh anak kecil sikat gigi

    ReplyDelete
  13. Wow beneran ini free konsultasi? Asik juga inovasinya. Mau donlud ah...

    ReplyDelete

Welcome to my daily life as Full Time Mom and Part Time Blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.