Tips Memilih, Merawat dan Menyimpan Bra yang Baik dan Benar

Bra dan panties, pakaian yang erat sekali dengan perempuan. Pakaian yang pasti dipakai oleh perempuan sehari-harinya di segala aktivitas. 

Karena selalu dipakai sehari-hari, bra maupun penties merupakan salah satu barang yang menjadi kebutuhan utama bagi seorang perempuan. Setuju? Mana ada sih perempuan yang ke mana-mana ga pake bra, hehe

Meski menjadi kebutuhan utama, ternyata masih banyak yang asal-asalan dalam memilih, merawat sampai menyimpan bra, lho. Karena faktanya, hampir 80% perempuan salah dalam memilih bra yang sesuai dengan kebutuhan. Yang utama dalam memilih bra yang baik dan benar harus berdasarkan usia, bentuk tubuh, ukuran lingkar dada dan ukuran cup payudara. Bukan cuma sekedar dari design yang bagus, warna yang eye cathing atau model yang sexy look.



Dulu saya pun kalau memilih bra yang pertama saya nilai adalah modelnya. Saya suka model yang sexy look, yang bisa dibuka dari depan gitu, haha. Lalu disusul milih dari sizenya, warna, baru deh bayar. Ga pernah tahu sih kalau ternyata berat badan dan usia pun menjadi faktor utama dalam memilih bra.

Setelah kemarin saya ikut Factory Visit ke PT Indonesia Wacoal, ternyata selama ini saya salah. Pantes aja tiap beli bra selalu ga pas ketika dipake padahal ukuran yang saya pilih selalu sama. 

Ternyata tiap mau membeli bra, kita harus mengukur ukuran lingkar dada dulu, karena tiap brand memiliki standar tersendiri dalam menentukan ukuran. Selain itu, semakin bertambah usia maka semakin bertambah juga ukuran lingkar dada perempuan, makanya ternyata wajib banget ngukur ukuran lingkar dada sebelum beli bra baru.

Nah, berdasarkan kesimpulan yang saya dapat dari agenda Factory Visit kemarin, hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli bra adalah:

• Ukur lingkar dada sebelum membeli
• Pilih bra yang sesuai dengan bentuk               tubuh, ukuran lingkar dada dan usia
• Pilih bra yang sesuai dengan kebutuhan.      Untuk daily use, olahraga, maternity atau     menyusui.
• Pilih bahan yang mudah menyerap                 keringat.

Kalau bra yang dipilih tepat, maka penggunaan bra pun sesuai dengan fungsinya. Salah memilih bra, ternyata bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti nyeri di bagian punggung, nyeri di bagian bahu, bahkan infertilitas atau sulit hamil.

Memilih branya sudah baik dan benar. Terus, gimana sih cara merawat dan menyimpan bra yang baik dan benar biar awet?

Kalau punya bra mahal, pasti maunya tetap awet dong, ya. Meskipun dijamin bertahan lama karena harganya mahal, sebagai pengguna juga harus tahu cara merawat dan menyimpan bra yang benar biar masa long life nya semakin awet.

Biar bra semakin awet, cara merawat bra yang benar adalah :

• Sebaiknya cuci pakai tangan
• Cuci bra secara terpisah
• Jangan menuang detergen langsung ke           bra, larutkan deterjen terlebih dahulu.
• Bagi bra yang memiliki foam, jangan             diperas. Cukup tekan dengan lembut
• Jangan dijemur di bawah matahari                 langsung
• Tidak perlu digosok
• Gantung bra ketika dijemur harus                   seperti  ini.


Bukan seperti ini.



Cara menyimpannya juga harus baik dan benar biar foam atau padded bra ga mudah rusak. Karena komponen yang paling mudah rusak dari bra yang ber-foam adalah bagian foamnya itu sendiri.

Penyimpanan bra yang benar harus seperti ini.

Do's
Disusun tanpa dilipat-lipat

Don'ts

Dengan memilih, merawat dan menyimpan bra yang benar. Dijamin bra bakal awet sampai bertahun-tahun. Tapi pastinya tergantung kualitas dari brandnya juga, ya. Kalau beli bra yang 15 ribuan satu, walau benar cara merawat dan menyimpannya, pasti bakal tetep kurang awet.

Btw, ceritanya kemarin saya berkesempatan hadir di Factory Visit PT Indonesia Wacoal di Citeurep, Bogor.

Pasti udah ga asing lah, ya sama merk Wacoal (read: wakol). Salah satu brand besar yang khusus memproduksi pakaian dalam. Dari bra, Panty, Stocking, Night Wear, Girdle, dll.

Di sana kami dipersilahkan untuk melihat proses produksi bra secara langsung. Dari bahan baku utuh sampe menjadi bra yang layak pakai, ternyata membutuhkan proses panjang yang wow banget. Saya aja sampe amaze sendiri, ternyata begini loh cara bikin bra, harus melalui tahap demi tahap yang ketat.

Mulai dari memilih material dari segi kualitas maupun design yang sesuai dengan kebutuhan perempuan dari beragam usia dan juga bentuk tubuh.

Setelah memilih material yang sesuai standar Wacoal. Bahan terlebih dulu dilakukan uji laboratorium untuk memeriksa kualitas bahan. Pemeriksaan laboratorium meliputi :

1. Tingkat kelunturan untuk mengetahui apakah bahan yang dipilih mudah luntur atau tidak.
2. Bentuk Fisik untuk mengetahui kelenturan bahan, penyusutan bahan dan berat bahan antara sebelum dan setelah dicuci.

Setelah lulus uji laboratorium, barulah membeli bahan baku yang dibeli berdasarkan 70% dari impor dan 30% dari lokal.

Setelah bahan baku dibeli, kemudian dilakukan pemotongan bahan berdasarkan pola yang telah dibuat menggunakan tangan dan komputerisasi. Pemotongan bahan ini dilakukan menggunakan mesin maupun manual.

Setelah semua komponen bra dipotong, kemudian dijahit antar komponen agar menjadi bra yang utuh. Untuk mendapatkan bra secara utuh, setidaknya ada 26 tahap yang harus dilalui, belum termasuk quality control yang berulang-ulang untuk memastikan produk Wacoal tanpa cacat sehingga layak jual dengan harga yang sedikit mahal. Setelah bra jadi, lalu dilakukan pemasangan aksesoris seperti wire/kawat, renda, label, dll.

Proses pengecekan secara random sampling

Bagian penjahitan antar komponen

Ketika bra sudah jadi, sebelum dipacking untuk didistribusikan ke dalam dan luar negeri, bra harus lebih dulu melalui proses quality control untuk memastikan bra yang sudah jadi benar-benar tidak ada kecacatan. Setelah itu harus melalui uji lab lagi seperti bahan baku sebelum proses pemotongan bahan. Jika semua proses telah dilakukan dan bra yang sudah jadi telah memenuhi standar, barulah bra dipacking untuk didistribusikan.

Bra yang siap dipacking

Selain menggunakan bahan baku yang good quality dan melewati proses produksi yang tidak begitu mudah. Wacoal juga menyediakan warranty selama 7 hari sejak hari pertama pembelian dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Jadi sangat wajar, kalau Wacoal dibandrol dengan harga yang lumayan tinggi untuk ukuran pakaian dalam. Karena produksi Wacoal berfokus pada Trusted Materials, Perfect Function dan Good Fitting




Salam,

3 comments

  1. Waaah, seneng ya mbak Icha bisa berkunjung ke pabrik bra Wacoal. Aku juga pakai merek itu loh hihihih... memang ya cara mencuci, menjemur dan meletakkan bra itu ada cara benarnya. Aku sih udah tau juga hehehe.. Cuma aku agak bingung saat membeli bra di mall. Saking banyak pilihan dan suka ada diskon juga hihi... Aku sering pilih bra tanpa kawat jadi natural aja gitu soalnya suka sentitif kulis dadaku jadi gatel2.

    ReplyDelete
  2. Wacoal memang bagus mb dan awet. Aku ada bbrpa bra wacoal. Memang mahal, tpi awet dn berkualitas. Jdi klo buat aku mending nabung dulu beli sekalian yg bagus ya mbak. Eh mba, aku ajak2 donk klo ada visit wacoal lagi hahhaa. Mupeng pgn tw proses pembuatan bra

    ReplyDelete
  3. Wah baru tahu bra ga dibileh dilipat begitu, selama ini saya lipat kalau habis dijemur. Thanks tipsnya mba, sangat membantu.

    ReplyDelete

Welcome to my daily life as Full Time Mom and Part Time Blogger dan terima kasih sudah mampir ke rumah.