Tips Happy Parenting di Masa Pandemi

Bismillah. 

Sudah lebih dari setahun dunia sedang tidak baik-baik saja. Termasuk juga Indonesia. 

Pasti pada kangen kan keluar rumah tanpa masker lagi? Kangen bisa jalan-jalan tanpa rasa khawatir lagi? Kangen bercengkrama dengan teman dan kerabat tanpa perlu jaga jarak lagi? 

Melihat kondisi Indonesia seperti saat ini, rasanya harus mengubur dalam-dalam harapan agar bisa hidup kembali normal dalam waktu dekat. 

Bukan! Ini bukan putus harapan atau tidak percaya pada pemerintah, tapi saya sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kenyataan yang mungkin lebih pahit. 

Meski begitu, saya nggak boleh menyerah untuk terus menerapkan protokol kesehatan, juga selalu berdo'a agar selalu diberi kesehatan. 

Kalian juga please keep healthy. I know semua kena dampak dan serba sulit, tapi kita tetap perlu support each other biar sama-sama semangat untuk bertahan di masa pandemi ini. 

Btw gimana kabar anak-anak, Bu? Masih pada school from home kan, ya? 


Kita sebagai orang tua, pasti cape banget sama drama SFH ini. 

Belum lagi kalau orang tuanya juga work from home, pasti ada aja dramanya. Mungkin dari device, jaringan internet, atau bahkan mood anak dan kita sendiri. Sebagai orang tua, harus pinter-pinter banget manage waktu dan mood. 

Khawatir nanti karena kita terlalu lelah dengan kerjaan dan urusan rumah, anak-anak di rumah jadi kurang perhatian. 

Nggak merhatiin aktivitas anak, atau bahkan bodo amat sama anak yang frekuensi pegang gadget-nya jadi nambah lama. 

Jangan sampe karena pandemi ini, anak-anak jadi kecanduan gadget. Sebisa mungkin tetap batasi mereka dengan mengalihkan ke aktivitas yang lebih bermanfaat. 

Kira-kira, aktivitas apa aja ya yang bikin anak betah selama di rumah aja? 

Jadi tanggal 24 Juli 2021 kemarin, saya mengikuti Instagram Live-nya Hometown Dairy bareng Saskhya Aulia, co-founder Tiga Generasi sekaligus Child and Family Psychologist dengan tema "Tips Happy Parenting di Masa Pandemi". 


Mba Saskhya banyak cerita nih tentang aktivitas apa aja yang dilakukan bareng anak di rumah, bagaimana cara mengatur jam tidur anak, cara mengatur pemberian gadget ke anak, dll. 

Pokoknya, banyak sekali ilmu bermanfaat yang saya dapat saat Instagram Live kemarin. 

Nggak bisa kita pungkiri, dengan kondisi seperti ini, anak-anak menjadi lebih sering memakai gadget. Entah itu untuk sekolah daring, mengerjakan tugas sekolah, maupun mengisi waktu luang saat di rumah aja. 

Mba Saskhya menjelaskan, ada rentang usia kapan anak mulai boleh pegang gadget. Di bawah usia 18 bulan, anak sama sekali dilarang untuk screen time. 

Rentang usia 18-24 bulan, anak sudah boleh screen time seperti video call dengan sanak saudara. 

Untuk usia 24-36 bulan, diperbolehkan screen time sekitar 30 menit. Sekitar usia 3-5 tahun, durasinya menjadi maksimal satu jam per hari

Saat usia anak 5-8 tahun, maksimal dua jam per hari. 

Nah, saat anak usia 8 tahun ke atas, sudah tidak ada pakem batas maksimal anak untuk screen time seperti pegang gadget. Boleh-boleh saja anak pegang gadget, asal tidak mengganggu jam tidur, jam makan, dan bergerak anak. 

Anak-anak wajib bergerak aktif, minimal 1-3 jam sehari. Jadi, pastikan anak tetap bergerak saat di rumah aja. 

Di Instagram Live kemarin, Mba Saskhya juga kasih ide aktivitas bermain anak ketika di rumah aja. 

Mba Saskhya biasanya bermain games bergerak bareng anak, yang membuat anak bebas bosan tapi tetap aktif bergerak. Contohnya seperti meminta anak membantu pekerjaan rumah, dan bermain harta kartun. 

Oh, ya. Buibu sering nggak liat anaknya asik main sendiri tanpa minta ditemenin? Saat seperti itu, anaknya jangan diganggu, ya. 

Menurut Mba Saskhya, nggak cuma orang dewasa yang perlu me time, anak-anak juga butuh me time dengan bermain sendiri atau mengerjakan sesuatu sendirian selama beberapa menit. 

Hal ini penting dan bermanfaat untuk me-recharge energi dan mood. 

Justru ternyata, kita harus melatih anak agar setiap hari meluangkan waktunya untuk self care me time. Misalnya dengan membiarkan anak sibuk dengan dunianya sendiri, tanpa perlu kita temani.

Ini merupakan investasi jangka panjang bagi orang tua dan anak, karena suatu hari nanti, pasti ada situasi di mana anak kita lagi sendirian. Dengan membiarkan anak bermain sendirian, bisa melatih anak agar tidak takut dengan kesendirian. 

Wah ... Iya juga, ya. 

Di masa pandemi seperti sekarang, jangan lupa pemberian nutrisi ke anaknya tingkatin, ya. 

Usus itu otak ke dua manusia. Saat nutrisi makanan yang masuk ke usus bagus, manfaatnya nggak cuma menjaga kesehatan usus, tapi juga kesehatan otaknya terjaga. 

Pilih makanan atau minuman yang berkualitas bahannya, bernutrisi alami, dan diproses dengan bagus. 

Salah satu contoh minuman yang memiliki nutrisi alami dan diproses dengan bagus adalah Hometown Dairy Fresh Milk. 

Ada yang suka minum Hometown Dairy Fresh Milk? Satu-satunya susu yang diproses minimal. Suhu dan waktunya ideal, jadi nggak merusak nutrisi alaminya. 

Sebenernya masih banyak banget informasi yang disampaikan Mba Saskhya. 

Secara garis besarnya, berikut recap Instagram Live kemarin. 


Nah, bagi yang ketinggalan sesi Instagram Live bareng Mba Saskhya kemarin, Buibu bisa menonton di link IG Live ini. Very insightful.

Busui merapat! 

Jangan lupa saksikan Instagram Live sesi terakhir "Happy at Home with Hometown" pada tanggal 31 Juli, pukul 11:00-12:00 WIB dengan tema "Tips Pemenuhan Nutrisi untuk Busui". 

Temanya menarik banget ya kaaan. Pasti sangat bermanfaat bagi ibu menyusui, maupun calon ibu nanti. 

Stay tune di Instagram @hometowndairy.id 

Salam, 

No comments

Welcome to my second home, dan terima kasih sudah mampir ke rumah.