Sunday, April 2, 2017

Wanita yang #MemesonaItu yang menerima kodratnya sebagai wanita


Setiap wanita dilahirkan istimewa, sempurna, cantik dan mempesona. Setiap wanita punya pesonanya tersendiri. Begitu istimewa dan mempesonanya seorang wanita, hingga namanya dijadikan sebagai salah satu surat dalam kitab suci al-quran, an nisa namanya . Surat yang sebagian besar membahas persoalan wanita. Sungguh istimewa bukan?

Istimewanya seorang wanita karena diberi kenyataan dan kodrat bahwa wanita lah yang harus melalui dan merasakan beratnya kehamilan, sakitnya persalinan, hingga proses menyusui yang tidak kalah hebat perjuangannya.

Karena wanita yang #Memesonaitu ketika tetap mampu untuk tersenyum dan menahan lelah serta tetap semangat menjalani hari sebagai mana mestinya walau kepenatan dan kelelahan bersarang dalam dirinya. Sungguh mempesona bukan?

Wanita yang telah berstatus ibu, penuh dengan pesona. Pesonanya takkan pudar ditelan masa. Pesona wanita ada pada kelembutan hatinya dan ketulusan senyumnya.

Hati wanita yang tuhan ciptakan begitu lembut tapi kuat, yang rela selalu berjibaku di rumah demi mengurus anak dan pekerjaan rumah yang tiada habisnya. Itulah mengapa surga ada di bawah telapak kakinya. Sungguh mempesona bukan?

Bahkan, seorang wanita yang menyandang status IBU, ditempatkan 3x derajatnya sebagai orang yang pertama kali untuk wajib dihormati oleh anak-anaknya, kemudian ayahnya. Sungguh sempurna bukan?

Begitu mempesona dan istimewanya seorang wanita, dan begitu sempurnanya ketika menjadi seorang ibu. Profesi serba bisa yang hanya bisa dilakukan oleh seorang wanita. Karena wanita dan ibu, kodrat yang harus dijalani oleh kita.

Wanita terlihat sangat memepesona ketika dia mampu menebar kebaikan terhadap orang lain. Menularkan kebahagiaan terhadap orang sekitar. Menolong sesama tanpa melihat perbedaan. Serta menjadi alasan utama sebagai penyemangat orang lain.

Jadi ibu, pesonanya ketika dia ikhlas menjalani kodratnya. Tak pernah lelah mengurus keluarga. Bersyukur dengan segala apa yang telah diberi. Serta tetap tersenyum melewati hari.

Begitu tingginya derajat seorang wanita di pandangan agama. Selain namanya dijadikan sebagai salah satu surat, juga amarahnya terhadap suami, dianggap sebagai karena rasa lelahnya mengurus keluarga. Seperti yang telah tertera dalam kisahnya sahabat rosul, umar bin khottob.

Dan kini, masih adakah yang menuntut hak kesetaraan gender? Menuntut agar disamakan derajatnya dengan laki-laki karena mengira derajat wanita jauh di bawah derajat laki-laki. Menuntut agar bisa melalukan apa yang dilakukan oleh laki-laki tanpa diskriminasi.

Tugas laki-laki memang sebagai kepala rumah tangga. Sebagai pemimpin atas perempuan. Sebagai wali untuk putrinya yang akan menikah. Sebagai orang yang lebih berhak untuk mementukan keputusan dalam rumah tangga. Sebagai orang yang paling dihormati oleh seorang istri. Tapi, apa nama laki-laki terdapat pada kitab suci al-quran? Tidak ada. Apa laki-laki yang dipilih sebagai orang yang mampu untuk hamil, melahirkan dan menyusui? Tidak.

Setiap manusia baik laki-laki maupun wanita diciptakan dengan kodratnya masing-masing. Dengan tugas dan peran sesuai gendernya.

Issue yang mengatakan bahwa setinggi-tingginya pendidikan wanita berakhir di dapur, memang benar. Karena dari dapurlah, hari dimulai. Karena dari dapur, semua manusia bertahan hidup dengan menyantap makanan buatan wanita. Lalu, masih mengira bahwa derajat wanita itu rendah?

Pernah dengar bahwa kesuksekan seorang laki-laki karena ada wanita hebat di belakangnya? Itu benar. Karena wanita, dapat menjadi pengingat ketika laki-laki mulai boros menghabiskan uangnya untuk sesuatu yang tidak penting. Menjadi penyemangat ketika laki-laki sudah lelah dan hampir putus asa karna usahanya telah gagal. Menjadi teman hidup yang rela untuk ikut bersusah payah demi menggapai kesuksekan bersama, karena wanita lebih ingin mendaki bersama dari pada harus menunggu di puncak:)

Karena wanita yang #MemesonaItu adalah yang menerima kodratnya sebagai wanita.



2 comments:

Terimakasih sudah mampir ke rumah. Ada komentar? Silahkan tinggalkan jejak, ya!


Sincerely.
Icha