Review: Pentingnya buku KIA untuk kesehatan ibu dan anak



Yang periksa kehamilannya di bidan praktek/puskesmas/posyandu, cung! Pasti sudah ga asing ya sama si pink ini. Buku kesehatan ibu dan anak (KIA) yang covernya berwarna pink sehingga sering disebut juga buku pink.

Buku pink ini tidak hanya sangat bermanfaat bagi si ibu tapi juga bermanfaat bagi tenaga kesehatan yang menanganinya. Bagi si ibu, manfaat yang didapat dari si pink ini adalah materi-materi yang terdapat di dalamnya. Materi-materi dasar mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, perawatan bayi baru lahir, imunisasi, resep MPASI sampai tumbuh kembang bayi sesuai usianya serta masih banyak lagi.

                         


Selain itu, terdapat grafik pertumbuhan yang super duper bermanfaat bagi anaknya. Dengan ukur BB dan Panjang badan bayi tiap bulan lalu plot di kurvanya anak

Untuk mencatat ketika grafik tersebut, cukup memberi tanda titik hasil pemeriksaan tiap bulan atau usianya lalu hubungkan tiap titiknya. Maka akan terbaca satu garis kurva yang menunjukkan kenormalan atau tidak. Jika tidak normal, bisa ditangani segera.

Baca juga : Prima, aplikasi pintar untuk para orangtua prima

Grafik pertumbuhan terdapat 3 macam yang terdiri dari grafik BB terhadap usia (disebut KMS/kartu menuju sehat), BB terhadap PB dan PB terhadap usia. Ketiganya saling berkaitan. Jadi, untuk menilai si anak tergolong kurus/normal/gemuk dan pendek/normal/tinggi tidak bisa hanya dilihat dari penampakan dan BB atau PB pada saat itu saja. Melainkan, harus dilihat dari kurva 3 grafik tersebut yang dimulai dari titik berat dan panjang saat lahir.

KMS atau grafik BB terhadap usia
Grafik PB terhadap usia
Grafik PB terhadap BB
           
Adapun manfaat bagi tenaga kesehatan salah satunya adalah kolom catatan kesehatan ibu hamil. Dari kolom catatan tersebut, memudahkan tenaga kesehatan untuk membaca dan memantau riwayat pemeriksaan kehamilan sebelumnya. 

Catatan ini terdiri dari beberapa kolom yaitu: BB, tensi darah, denyut jantung janin, usia kehamilan, letak janin dll yang semuanya harus diisi untuk dokumentasi kesehatan bagi ibu hamil, apakah status kehamilannya normal atau tidak.

                                         

Buku yang di sampulnya terdapat gambar ilustrasi sepasang suami istri dan anaknya ini adalah persembahan kementerian kesehatan republik indonesia yang percetakannya dibiayai oleh DIPA direkorat kesehatan keluarga. 

Jadi, buku ini bisa didapat di posyandu, puskesmas, bidan praktik, rumah bersalin dan rumah sakit. Tapi saat ini sih rumah sakit sudah jarang yang masih make buku ini.

Selain karena banyak materi dasar juga karena terdapat grafik pertumbuhan anak yang penting banget dipantau tiap bulannya. 

Grafik-grafik ini bisa ko diisi sendiri, jadi tidak perlu tenaga kesehatan yang mengisi. Yang penting, tiap bulan harus ukur BB dan PB bayi lalu catat di grafiknya. Karena buku ini bermanfaat sekali buat saya, makanya saya cinta banget sama buku pink ini hehe. 

Apalagi cetakan terbarunya di tahun 2016, isinya lebih lengkap dibandingkan cetakan sebelumnya, didukung dengan gambar ilustrasi yang lebih banyak. Must have item banget sih 

Buku pink ini dipersembahkan untuk ibu hamil sampai anaknya nanti berusia minimal 5 tahun. Jadi, harus dijaga baik-baik.

Yang sedang hamil. Yuk, miliki segera bukunya! :)

2 comments:

  1. wah jaman anakkku amsih kecil belum ada si pink ini

    ReplyDelete
  2. Berarti klo hamil lg wajib punya mak hehe

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir ke rumah. Ada komentar? Silahkan tinggalkan jejak, ya!


Sincerely.
Icha