50% keberhasilan menyusui terdapat pada support suami



Ini adalah tulisan ketiga dengan tema menyusui. Tulisan yang saya buat agar lebih banyak ibu-ibu yang semakin sadar manfaat asi, cara meningkatkan produksi asi serta berbagai manfaat lainnya dari menyusui. Bukan untuk menggurui, hanya berdasarkan pengalaman pribadi serta kebetulan berkapasitas sebagai tenaga kesehatan. Juga pengalaman dari ibu-ibu pejuang asi di grup support whatsapp asi eksklusif yang didirikan dan dikelola gema indonesia menyusui.

Saya fulltime mother yang memang memilih dan memutuskan untuk sementara waktu tidak bekerja agar bisa memberi asi eksklusif. Walau sebenarnya working mom bukan halangan untuk tidak memberi asi. Dengan cara melakukan power pumping tiap 2-3 jam sekali di tempat kerja dan tetap menyusui langsung ketika ada di rumah untuk menjaga produksi asi tetap stabil dan meningkat.

Saya boleh berbangga diri karena berhasil memberi asix sampai 6 bulan dan akan lanjut sampai 2 tahun, tapi saya tidak pantas menyombongkan diri atas keberhasilan saya. Karena faktanya, banyak working mom yang tetap bisa memberi asix dari pada saya yang hanya IRT. Dan perjuangan mereka lebih patut diapresiasi.
Kembali pada tema dengan judul pada tulisan ini, bahwa 50 % keberhasilan menyusui terdapat pada support keluarga terutama suami adalah benar adanya. 

Bagi seorang istri, orang yang paling dekat dengan kita adalah suami. Jadi suamilah yang berperan penting dalam keberhasilan menyusui.

Walau kita sudah punya tekad baja dan niat kuat untuk bisa menyusui minimal sampai 6 bulan atau bahkan 2 tahun. Jika tidak ada support dari orang yang terdekat, apa berhasil? Mungkin tetap berhasil tapi sulit. 

Bagi saya sulit, karena menyusui itu ga gampang. Banyak badai dilema yang dialami ketika masa menyusui. Ibu menyusui itu wajib bahagia, ibu menyusui butuh booster asi, ibu menyusui butuh tenaga, ibu menyusui butuh dukungan mental, ibu menyusui butuh istirahat, ibu menyusui butuh niat yang kuat, banyak yang ibu menyusui butuhkan demi keberhasilan menyusui.

Kalau suami sebagai orang terdekat tidak pro asi, ketika kita butuh semua itu, pada siapa kita kembali? Pada ibu? Bisa saja, tapi apa iya kita selalu cerita tiap ada masalah menyusui ke ibu? 

Jika suami tidak mendukung serta mensupport, bisa saja ketika datang badai dilema menyusui seperti di atas, bukannya memberi semangat malah menyuruh kita untuk memberi anak susu formula. Padahal yang kita butuhkan adalah dukungan agar tetap semangat memberi dan meningkatkan produksi asi.

Tidak ada salahnya sih jika memberi nutrisi lain selain asi di bawah 6 bulan, apalagi jika memang keadaannya yang memaksa untuk memberinya selain asi. Tapi jika ada yang lebih baik dari selain asi, kenapa harus pilih selain asi? Padahal dengan memberi asi, bukan saja memberi kebaikan yang luar biasa bermanfaat bagi bayi tapi juga memberi keberuntungan bagi ibunya. 

Sumber : kepri peduli asi

Sumber kebahagiaan ibu menyusui ada pada suami. Ketika suami beliin makanan enak, ketika suami bantu gendong anak agar kita bisa makan, ketika suami memberi motivasi karena puting lecet atau payudara bengkak, ketika suami memberi support karena produksi asi menurun, ketika suami bantu jagain anak ketika kita pengen istirahat sejenak, ketika suami turut menenangkan bayi yang sedang kolik tengah malam. Tentu kita bahagia kan? Di sinilah peran suami agar kita berhasil menyusui. Karena faktor terbesar untuk meningkatkan produksi asi adalah rasa bahagia. 

Baca juga : The real booster asi is happy

Tetap pada komitmen agar selalu konsisten menyusui memang harus punya niat sebesar gunung dan tekad sekeras baja. Karena kalau tidak, sedikit saja badai dalam menyusui datang, pasti akhirnya nyerah juga. Terlebih jika suami pun bukan ayah yang pro asi.

50% keberhasilan menyusui memang terdapat pada support suami dan 50% nya lagi, kita yang menentukan.






*Tulisan ini bukan untuk menyinggung dan menyakiti siapapun yang membacanya. Tiap ibu punya pilihan masing-masing, baik yang memilih asix ataupun tidak. Di balik tiap pilihan ibu pasti sudah melalui proses pertimbangan dan keputusan yang tepat. Karsna seorang ibu pasti tau yang terbaik untuk anaknya



No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir ke rumah. Ada komentar? Silahkan tinggalkan jejak, ya!


Sincerely.
Icha